Habibie, Muhammad Zaky (2026) WALIMATUL ‘URSY PADA PERNIKAHAN ADAT MINANGKABAU DI NAGARI SUMANI, KAB. SOLOK: STUDI ANALISA MAQASHID SYARIAH. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah)_30502000036_fullpdf.pdf] Text
Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah)_30502000036_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah)_30502000036_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah)_30502000036_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (391kB)

Abstract

Pelaksanaan walimatul ‘ursy dalam masyarakat Minangkabau pada hakikatnya merupakan wujud rasa syukur atas pernikahan yang diselenggarakan berdasarkan prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Namun, dalam praktiknya, khususnya pada pelaksanaan malam walimatul ‘ursy, ditemukan berbagai bentuk penyimpangan yang tidak selaras dengan nilai adat dan syariat Islam. Fenomena tersebut juga terjadi di Nagari Sumani, Kabupaten Solok, yang mana malam walimatul ‘ursy kerap diwarnai oleh hiburan berlebihan, konsumsi minuman keras, praktik perjudian terselubung, serta pemborosan yang menggeser makna sakral walimah menjadi sekadar ajang hiburan dan prestise sosial.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses terjadinya ketidakselarasan dalam pelaksanaan malam walimatul ‘ursy di Nagari Sumani serta mengkaji bagaimana norma adat dan syarak merespons fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sosiologis-yuridis. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda, serta didukung oleh dokumentasi digital dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interpretatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan dalam pelaksanaan malam walimatul ‘ursy dipengaruhi oleh pergeseran nilai akibat modernisasi, lemahnya kontrol sosial adat, serta dominasi budaya hiburan modern. Dari perspektif adat, praktik tersebut dinilai menyimpang dari fungsi walimah sebagai sarana kebersamaan dan kesopanan sosial. Sementara itu, dari perspektif syarak, penyimpangan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga agama, akal, dan harta. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kembali peran tokoh adat dan tokoh agama dalam mengawal pelaksanaan walimatul ‘ursy agar selaras dengan nilai adat dan ajaran Islam, sehingga marwah adat dan syarak tetap terjaga di tengah perubahan zaman.
Kata kunci: Walimatul ‘ursy, adat Minangkabau, syarak, maqāṣid al-syarī‘ah, Nagari Sumani.

Dosen Pembimbing: Fadzlurrahman, Fadzlurrahman | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Agama Islam
Fakultas Agama Islam > Mahasiswa FAI - Skripsi Syari'ah (Ahwal Syakhshiyah)
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 07 Apr 2026 06:22
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45396

Actions (login required)

View Item View Item