library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PELAKU PENYEROBOTAN TANAH DI WILAYAH HUKUM POLDA JAMBI

Detail Tugas Akhir

PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PELAKU PENYEROBOTAN TANAH DI WILAYAH HUKUM POLDA JAMBI

MUJIB, MUHAMAD (2025) PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PELAKU PENYEROBOTAN TANAH DI WILAYAH HUKUM POLDA JAMBI. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400572_fullpdf.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (1MB)
PDF
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400572_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (91kB)

Abstract

Penyerobotan tanah bukanlah hal baru yang terjadi di Indonesia, begitu pula di Provinsi Jambi. Namun banyaknya UndangUndang yang berlaku belum bisa menyelesaikan kasus tersebut. Oleh karena hal itu, perlu diupayakan penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana penyerobotan tanah supaya menimbulkan efek jera terhadap pelaku dan meminimalisir kembali terjadinya tindak pidana penyerobotan tanah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) penegakan hukum di Provinsi Jambi terhadap pelaku tindak pidana penyerobotan tanah berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (2) menganalisis kendala-kendala dan solusi dalam penegakan hukum dalam memproses dan mengadili pelaku tindak pidana penyerobotan tanah.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan secara yuridis normatif dan empiris. Adapun sumber data primer yang di peroleh dari Kantor Kepolisian Daerah Provinsi Jambi dan sumber data sekunder diperoleh dari buku-buku dan jurnal.
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Penegakan hukum oleh Provinsi Jambi diberikan sanksi perdata yaitu tidak sah suatu akta jual beli dan surat hak milik karena hal tersebut dianggapnya perbuatan melawan hukum, Penulis berpendapat sanksi hukum yang dapat diberikan pada pelaku tindak pidana penyerobotan tanah yaitu Pasal 385 KUHP, karena pasal tersebut mengatur tentang kejahatan yang berkaitan langsung dengan kepemilikan tanah. (2) Faktor Penghambat penegakan hukum tindak pidana penyerobotan tanah di Provinsi Jambi adalah kesulitan membedakan perkara pidana dengan perkara perdata dalam kasus pertanahan, adanya dualisme aturan hukum, sulit membedakan keaslian bukti kepemilikan tanah, terdapat instansi yang berbeda mengeluarkan bukti kepemilikan atas bidang tanah yang sama pada pihak yang berbeda, serta adanya intervensi dari oknum dipemerintahan ataupun dari oknum kepolisian.
Kata kunci : Penegakan Hukum; Penyerobotan Tanah; Tindak Pidana

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints