KHODIJAH, WHINDYA (2025) EFEKTIVITAS PENGHENTIAN PENUNTUTAN TERHADAP PELAKU ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA BERBASIS KEADILAN RESTORATIF. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400555_fullpdf.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400555_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400555_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400555_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (95kB)

Abstract

Kewenangan untuk menghentikan penuntutan berdasarkan prinsip restorative justice, Kejaksaan dapat memainkan peran penting dalam mengurangi beban perkara di pengadilan sekaligus mempromosikan keadilan yang bersifat restoratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis efektivitas penghentian penuntutan terhadap pelaku anak yang melakukan tindak pidana berbasis keadilan restoratif. Untuk mengkaji dan menganalisis penegakan hukum terhadap pelaku anak yang melakukan tindak pidana di masa yang akan datang.
Penelitian hukum ini, menggunakan metode penelitian hukum empiris. Penelitian yuridis empiris, yaitu penelitian hukum dengan menggunakan asas dan prinsip hukum dalam meninjau, melihat, dan menganalisa masalah-masalah, dalam penelitian, selain itu meninjau pelaksanaan hukum dalam praktik.
Penanganan perkara anak idealnya diarahkan pada pendekatan yang lebih humanis dan restoratif, dengan menempatkan anak sebagai subjek yang harus dilindungi masa depannya. Efektivitas penghentian penuntutan berbasis restorative justice, sebagaimana ditegaskan Soerjono Soekanto, sangat dipengaruhi kejelasan aturan, kompetensi aparat, ketersediaan fasilitas rehabilitasi, serta dukungan budaya hukum masyarakat. Namun praktik di Indonesia masih terhambat paradigma retributif, minimnya sarana, lemahnya koordinasi, dan tekanan publik. Pembelajaran dari Belanda, Kanada, dan Australia menunjukkan bahwa keberhasilan peradilan anak bergantung pada kombinasi intervensi pedagogis, mediasi restoratif, peran keluarga dan komunitas, profesionalisasi aparat, serta penggunaan penjara sebagai upaya terakhir. Dengan mengadopsi fleksibilitas hakim Belanda, standar diversion Kanada, serta konferensi komunitas Australia, Indonesia dapat memperkuat diversi, membenahi infrastruktur sosial dan sistem data, serta meningkatkan literasi hukum masyarakat agar perlindungan anak berjalan optimal tanpa mengabaikan keadilan bagi korban dan masyarakat.
Kata Kunci: Anak; Penghentian Penuntutan; Restorative Justice.

Dosen Pembimbing: Laksana, Andri Winjaya | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 21 Jan 2026 06:36
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44873

Actions (login required)

View Item View Item