CAHYONO, SINGGIH EKO (2025) ANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM ROYALTI PEMUTARAN LAGU DI COFFEE SHOP BERDASARKAN UNDANG-UNDANG HAK CIPTA DI INDONESIA. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400535_fullpdf.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400535_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400535_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400535_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (116kB)

Abstract

Fenomena maraknya pemanfaatan lagu di ruang publik, khususnya di coffee shop, kerap menimbulkan permasalahan hukum karena tidak diikuti dengan pembayaran royalti kepada pencipta atau pemegang hak cipta. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas regulasi hak cipta yang berlaku di Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta serta Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem royalti lagu di coffee shop, mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam praktiknya, serta mengkaji peran Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dalam menegakkan hak performing rights di ruang publik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengelola coffee shop dan pihak LMKN, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari literatur hukum, peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, serta putusan pengadilan terkait hak cipta. Analisis penelitian didasarkan pada beberapa kerangka teori, yaitu teori penegakan hukum Lawrence M. Friedman, teori kepatuhan hukum Soerjono Soekanto, teori keadilan John Rawls, dan teori keadilan dalam perspektif Islam. Teori-teori ini digunakan untuk memahami hubungan antara norma hukum, kesadaran pelaku usaha, serta efektivitas lembaga dalam mengawal implementasi kewajiban royalti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kewajiban pembayaran royalti di coffee shop masih belum berjalan optimal. Hambatan yang ditemui meliputi rendahnya kesadaran hukum pelaku usaha, kurangnya sosialisasi yang merata, tarif royalti yang dianggap memberatkan bagi UMKM, lemahnya sistem pendataan dan monitoring, serta keterbatasan peran LMKN dalam penegakan hukum. Meskipun demikian, LMKN memiliki peran penting sebagai lembaga koordinatif dalam menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan royalti, sekaligus menjadi jembatan antara pencipta dan pengguna karya musik. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan regulasi turunan, diferensiasi tarif berbasis skala usaha, peningkatan sosialisasi, dan optimalisasi peran LMK Daerah agar sistem royalti lebih adil, transparan, dan berkelanjutan.

Kata Kunci: Hak Cipta, Lagu dan Musik, Hak Cipta

Dosen Pembimbing: Maerani, Ira Alia | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 21 Jan 2026 02:33
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44856

Actions (login required)

View Item View Item