PRAYITNO, PRAYITNO (2025) ANALISIS HUKUM TERKAIT OPTIMALISASI SANKSI PIDANA SEBAGAI SARANA MEWUJUDKAN EFEK JERA BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 40/PID.B/2023/PN CBN). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400513_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400513_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Pencurian dengan kekerasan merupakan tindak pidana serius, hal demikian dikarenakan pelaku melakukan ancaman bahkan upaya kekerasan fisik untuk mendapatkan harta benda korbannya, hal ini membuat korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan tidak hanya mengalami kerugian harta benda namun juga kerugian yang mengancam nyawa dan fisik korban, termasuk bagi korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Kota Cirebon. Persoalan yang hendak dibahas dalam tesis ini ialah bagaimana pengaturan regulasi tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan saat ini? apa saja kelemahan regulasi tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terdapat dalam Kasus Putusan Nomor 40/Pid.B/2023/Pn Cbn? dan bagaimana solusi terhadap kelemahan pengaturan regulasi tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan di masa akan datang?
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan regulasi tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan saat ini, untuk mengetahui dan menganalisis kelemahan regulasi tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terdapat dalam Kasus Putusan Nomor 40/Pid.B/2023/Pn Cbn, dan untuk mengetahui dan menganalisis solusi terhadap kelemahan pengaturan regulasi tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan di masa akan datang. Jenis penelitian dalam tesis ini ialah yuridis sosiologis dengan pendekatan empiris.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengaturan regulasi tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan saat ini belum secara tegas melihat bahwa pencurian dengan kekerasan yang bahayanya sama dengan kekerasan dengan pencurian sebagai tindak pidana serius yang lebih berbahaya dari pencurian tanpa kekerasan, karena pencurian kekerasan dapat mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda korban. Sehingga penjatuhan pidana bagi pelaku belum dapat sesuai dengan kerugian korban. Kelemahan regulasi tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terdapat dalam Kasus Putusan Nomor 40/Pid.B/2023/Pn Cbn ialah hakim memandang bahwa pencurian dengan kekerasan bukan merupakan tindak pidana serius dan berbahaya yang dapat mengakibatkan luka berat dan mengancam nyawa korban. Solusi yang dapat dilakukan ialah dengan menegaskan dalam regulasi KUHP bahwa pencurian dengan kekerasan termasuk dalam kategori tindak pidana serius yang dapat dijatuhi pidana maksimal dengan pemberatan yaitu pidana mti bilamana perbuatan pelaku mengakibatkan matinya korban.
Kata Kunci: (Kekerasan, Mati, Pidana, Pencurian)
| Dosen Pembimbing: | Arpangi, Arpangi | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 02:27 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44842 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
