SULISTIAWAN, ANTON ISNADI (2025) EFEKTIVITAS AUTOPSI FORENSIK SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (STUDI PENELITIAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA SEMARANG). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400395_fullpdf.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400395_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400395_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400395_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (93kB)

Abstract

Autopsi forensik merupakan pemeriksaan medis yang dilakukan terhadap jenazah untuk menentukan penyebab, cara, dan waktu kematian, serta mendukung proses penegakan hukum dalam mengungkap kebenaran materiil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan autopsi forensik dalam kasus tindak pidana pembunuhan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Semarang, serta mengevaluasi efektivitasnya sebagai alat bukti dalam proses peradilan pidana.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi deskriptif-analitis. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dokter forensik dan penyidik kepolisian serta observasi langsung terhadap proses autopsi forensik. Data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan seperti KUHAP, UU Kesehatan, serta literatur dan penelitian terdahulu. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan autopsi forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Semarang telah sesuai prosedur Pasal 133 dan 134 KUHAP, mulai dari permintaan resmi penyidik, pemberitahuan kepada keluarga korban, hingga penyusunan visum et repertum. Efektivitas autopsi forensik sebagai alat bukti dinilai tinggi karena berkontribusi signifikan dalam mengungkap penyebab kematian, mendukung konstruksi pembuktian, serta memperkuat keyakinan hakim dalam persidangan. Namun demikian, efektivitasnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti keterbatasan tenaga ahli forensik, fasilitas laboratorium, pemahaman aparat penegak hukum, serta resistensi budaya dari pihak keluarga korban. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan jumlah dan kompetensi dokter forensik, perbaikan sarana prasarana laboratorium, penguatan koordinasi antar aparat penegak hukum, serta edukasi masyarakat mengenai pentingnya autopsi forensik untuk kepentingan penegakan keadilan.
Kata Kunci: Autopsi Forensik, Visum et Repertum, Alat Bukti, Tindak Pidana Pembunuhan, Efektivitas

Dosen Pembimbing: D, Djunaedi | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 19 Jan 2026 03:02
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44748

Actions (login required)

View Item View Item