HABIB, FADHLAN (2025) ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENERAPAN PASAL 310 AYAT (4) UU NO. 22 TAHUN 2009 DALAM KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENYEBABKAN KEMATIAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 26/PID.SUS/2025/PN PKJ). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400101_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400101_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kematian, dengan studi khusus pada Putusan Nomor 26/Pid.Sus/2025/PN PKJ. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana majelis hakim menilai unsur kealpaan (culpa) sebagai dasar pertanggungjawaban pidana, serta sejauh mana penerapan pasal tersebut mencerminkan keadilan substantif sesuai prinsip hukum positif Indonesia dan nilai-nilai hukum Islam, khususnya nilai al-ʿadl (keadilan) dan al-mas’ūliyyah (pertanggungjawaban). Penelitian ini berupaya mengisi kekosongan akademik terkait integrasi antara hukum positif dan hukum Islam dalam analisis yuridis terhadap putusan kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif dan komparatif. Pendekatan normatif digunakan untuk menelaah norma-norma hukum tertulis yang mengatur tindak pidana lalu lintas, sementara pendekatan komparatif digunakan untuk membandingkan penerapan hukum positif dengan prinsip-prinsip hukum Islam dalam konteks pertanggungjawaban pidana akibat kelalaian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, analisis putusan pengadilan, dan wawancara dengan akademisi hukum, yang kemudian dianalisis menggunakan teori keadilan substantif serta asas pertanggungjawaban pidana dalam hukum Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pasal 310 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 dalam Putusan Nomor 26/Pid.Sus/2025/PN PKJ telah memenuhi unsur kealpaan secara sah dan meyakinkan berdasarkan bukti-bukti persidangan. Majelis hakim menegakkan prinsip geen straf zonder schuld (tidak ada pidana tanpa kesalahan) serta mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan moralitas dalam menjatuhkan pidana. Dari perspektif hukum Islam, kecelakaan tersebut termasuk kategori jarīmah al-qatl al-khata’ (pembunuhan karena kelalaian) yang menimbulkan kewajiban diyat dan kaffarat, sehingga terdapat keselarasan antara hukum positif Indonesia dan hukum Islam dalam menegakkan keadilan yang bersifat restoratif dan humanis.
Kata Kunci: Pasal 310 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009, kealpaan, pertanggungjawaban pidana
| Dosen Pembimbing: | Arpangi, Arpangi | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 02:46 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44700 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
