SUCHING, BUN (2025) EFEKTIVITAS PEMBUKTIAN TERBALIK TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DALAM PROSES PERADILAN PIDANA DI INDONESIA. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400066_fullpdf.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400066_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Magister Ilmu Hukum_20302400066_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Ilmu Hukum_20302400066_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (91kB)

Abstract

Alasan utama diberlakukannya pembuktian terbalik adalah karena pencucian uang umumnya dilakukan dengan cara yang rumit dan melibatkan jaringan kejahatan yang terorganisir. Kompleksitas tersebut diperparah dengan kemajuan teknologi informasi dalam bidang keuangan dan perbankan yang membuat proses pelacakan dan pembuktian semakin sulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis efektivitas pembuktian terbalik tindak pidana pencucian uang dalam proses peradilan pidana di Indonesia, untuk mengkaji dan menganalisis konsep ideal pembuktian terbalik tindak pidana pencucian uang dalam proses peradilan pidana di masa yang akan datang.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Penelitian yuridis normatif, merupakan penelitian yang menggunakan konsepsi legis positivis. Konsep ini memandang hukum identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau pejabat yang berwenang.
Tindak pidana pencucian uang merupakan kejahatan luar biasa yang membutuhkan penanggulangan luar biasa, termasuk melalui pembuktian terbalik dalam UU No. 8 Tahun 2010, namun efektivitasnya di Indonesia masih terhambat oleh kelemahan substansi, ketidaksiapan aparat, minimnya sarana pelacakan aset, rendahnya budaya kepatuhan, serta lemahnya kerja sama internasional. Untuk masa depan, konsep ideal pembuktian terbalik perlu diperkuat dengan memperjelas standar hukum, memperluas mekanisme perampasan aset baik berbasis putusan maupun tanpa putusan (civil forfeiture), membangun sistem pengawasan keuangan digital yang terintegrasi, meningkatkan kapasitas aparat dalam forensik keuangan dan investigasi lintas negara, serta memperkuat koordinasi antar lembaga seperti PPATK, OJK, BI, Ditjen Pajak, dan aparat penegak hukum, sebagaimana praktik efektif di Inggris, AS, dan Singapura, sehingga pembuktian terbalik dapat menjadi instrumen strategis untuk memiskinkan pelaku dan memperkuat integritas sistem keuangan nasional.
Kata Kunci: Pencucian Uang; Pembuktian Terbalik; Efektivitas.

Dosen Pembimbing: Laksana, Andri Winjaya | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 19 Jan 2026 02:38
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44692

Actions (login required)

View Item View Item