Al-Mujahid, Kholid Ikrom (2025) OPTIMALISASI PERAN FASILITATOR TERHADAP PROSES DIVERSI PADA PELAKU KEJAHATAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200545_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200545_fullpdf.pdf

| Download (818kB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200545_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200545_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (280kB)

Abstract

Di Indonesia, penerapan konsep diversi dalam sistem peradilan pidana anak telah diatur secara komprehensif guna mewujudkan pendekatan yang lebih humanis dan berlandaskan prinsip keadilan restoratif bagi anak yang berhadapan dengan hukum Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dalam kurun waktu 2018 hingga 2022, tercatat terdapat sekitar 6.500 kasus anak yang berhadapan dengan hukum1. Data ini menegaskan bahwa keterlibatan anak dalam tindak pidana merupakan persoalan serius yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek pencegahan maupun penyelesaian perkara secara ramah anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memahami perumusan peran dan tanggung jawab fasilitator diversi dan menganalisis keunggulan dan kelemahan dari ketentuan hukum terkait pelaksanaan diversi serta mengetahui langkah-langkah optimalisasi yang dapat dilakukan oleh fasilitator untuk meningkatkan efektivitas proses diversi bagi pelaku kejahatan yang dilakukan oleh anak
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendektan yuridis normatif. Pendekatan yuridis normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis, sumber dan jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melalui studi pustaka, meliputi risalah peraturan perundang-undangan, buku-buku, jurnal, hasil penelitian.
Fasilitator tidak hanya bertanggung jawab dari sisi hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral, sosial, psikologis, dan edukatif. Ia dituntut menjaga keseimbangan kepentingan anak pelaku, korban, dan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa hasil kesepakatan diversi mencerminkan prinsip keadilan restoratif (restorative justice) dan ketentuan hukum diversi di Indonesia memiliki keunggulan karena mampu mencegah anak masuk ke sistem pemidanaan formal, menghindarkan stigma, serta mendorong rehabilitasi dan reintegrasi sosial serta optimalisasi peran fasilitator mencakup penguatan kapasitas profesional, kolaborasi lintas sektor, penerapan prinsip keadilan restoratif secara menyeluruh, keterlibatan keluarga serta komunitas, perbaikan sarana dan prosedur pelaksanaan, hingga pengawasan pasca-kesepakatan.

Kata Kunci : Anak, diversi, restoratif

Dosen Pembimbing: Djunaedi, Djunaedi | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 15 Jan 2026 07:36
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44652

Actions (login required)

View Item View Item