BUDIARTO, M. IWAN (2025) TINJAUAN YURIDIS RESTORATIVE JUSTICE SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN TINDAK PIDANA LINGKUNGAN HIDUP YANG MELIBATKAN KORPORASI. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Ilmu Hukum_30302200402_fulldoc.pdf |
|
|
Text
Ilmu Hukum_30302200402_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Usaha pemanfaatan Sumber Daya Alam tidak dapat dipisahkan dari keberadaan korporasi sebagai eksekutor pemanfaatan di samping keberadaan negara atau pemerintah sebagai regulator atau pembuat kebijakan. Tidak dapat dipungkiri bahwa korporasi menjadi aktor utama dalam memanfaatkan Sumber Daya Alam sebagai anugerah bangsa Indonesia yang nantinya digunakan untuk kepentingan orang banyak. Korporasi memiliki tugas untuk mengekstraksikan Sumber Daya Alam ke dalam bentuk pendapatan agar mudah dinikmati. Kerusakan-kerusakan akibat pemanfaatan Sumber Daya Alam juga melibatkan korporasi, sehingga memunculkan pendapat bahwa korporasi memiliki manfaat dalam pemanfaatan Sumber Daya Alam, namun demikian korporasi juga berperan dalam rusaknya lingkungan sebagai ekses dari pemanfaatan Sumber Daya Alam.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan menyusun bahan-bahan hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan yang dilakukan dengan mempelajari peraturan perundang-undangan dan ketentuan peraturan perundang- undangan khususnya yang mengatur tentang Tinjauan Yuridis Konsep Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesaian Tindak Pidana Lingkungan Hidup Yang Melibatkan Korporasi.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa secara normatif, meskipun belum terdapat ketentuan khusus yang secara eksplisit mengatur penerapan keadilan restoratif dalam tindak pidana lingkungan oleh korporasi, prinsip-prinsip dasar keadilan restoratif dapat diakomodasi melalui pendekatan hukum administratif, perdata, dan pidana secara terpadu, sebagaimana dimungkinkan dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup selain itu pendekatan Restorative Justice ini masih menghadapi berbagai kendala baik dari aspek normatif, filosofis, institusional, maupun praktis. Secara normatif, belum terdapat regulasi khusus yang mengatur secara eksplisit mekanisme penerapan restorative justice terhadap pelaku korporasi dalam tindak pidana lingkungan hidup. Kekosongan hukum ini menyebabkan ketidakpastian prosedural dan menghambat keberlakuannya secara luas.
Kata Kunci : Korporasi, Lingkungan, Restorative Justice.
| Dosen Pembimbing: | Ngazis, Muhammad | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 06:38 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44645 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
