Indah, Hellen Mutiara (2025) AKIBAT HUKUM TERJADINYA PERCERAIAN TERHADAP HAK ASUH ANAK (HADHANAH) KEPADA AYAH BAGI ANAK YANG BELUM MUMAYYIZ (Studi kasus putusan No.2940/Pdt.G/2023/PA.Smg). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200125_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200125_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200125_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200125_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (532kB)

Abstract

Perceraian tidak hanya berdampak pada pasangan suami istri tetapi juga anak-anak yang menjadi korban. Akibat hukum terjadinya perceraian hak asuh anak menjadi isu penting yang memerlukan perhatian hukum dan sosial untuk memastikan kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum terjadinya perceraian terhadap hak asuh anak (hadhanah) kepada ayah bagi anak yang belum mumayyiz berdasarkan Putusan Nomor. 2940/Pdt.G/2023/PA. Smg dan pertimbangan hukum hakim di Pengadilan Agama Semarang.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode Yuridis Normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data primer menggunakan observasi dan wawancara. Data sekunder menggunakan metode studi kepustakaan dan studi dokumen. Metode analitis yang digunakan yaitu deskriptif analitis secara kualitatif untuk menggambarkan dan menafsirkan data secara sistematis untuk memperoleh pemahaman mengenai permasalahan yang diteliti.
Hasil penelitian menunjukan bahwa akibat hukum terjadinya perceraian terhadap hak asuh anak (hadhanah) kepada ayah bagi anak yang belum mumayyiz dalam studi putusan Nomor 2940/Pdt.G/2023/PA. Smg yaitu hak asuh dapat diberikan kepada ayah apabila terdapat alasan yang kuat dan bukti yang menunjukan bahwa ketidaklayakan ibu dalam menjalankan hadhanah.Dalam pertimbangan hukum Hakim menjelaskan bahwa pada Pasal 105 huruf (a) dan 156 huruf (c) Kompilasi Hukum Islam menegaskan hak asuh anak yang belum mumayyiz berada pada ibu dan ketentuann tidak bersifat mutlak. Putusan Hakim ini mencerminkan penerapan hukum Islam yang kontekstual dan berkeadilan dengan tetap mengutamakan prinsip kepentingan terbaik anak.

Kata Kunci: Akibat Hukum, Anak Belum Mumayyiz, Ayah, Hak Asuh Anak (Hadhanah), Perceraian

Dosen Pembimbing: Adillah, Siti Ummu | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 15 Jan 2026 01:56
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44597

Actions (login required)

View Item View Item