Lestari, Ferina Ayu (2025) PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN (Studi Putusan Nomor 102/Pid.Sus/2024/Pn.Kwg). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Ilmu Hukum_30302200114_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Ilmu Hukum_30302200114_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Isu kekerasan seksual terhadap anak sebagai korban merupakan permasalahan serius dalam sistem hukum pidana di Indonesia karena tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang mendalam. Dalam konteks ini, pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak sebagaimana pada Putusan Nomor 102/Pid.Sus/2024/PN.Kwg. menjadi penting untuk dikaji karena mencerminkan kompleksitas kejahatan yang melibatkan penyalahgunaan kekuasaan dan kepercayaan terhadap anak. Sebagai subjek hukum yang rentan, anak memerlukan perlindungan khusus dari negara agar hak-haknya tetap terjamin melalui penegakan hukum yang adil, tegas, dan berorientasi pada pemulihan korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak sebagai korban, menganalisis pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku, serta mengidentifikasi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan menelaah teori-teori hukum, asas-asas hukum, serta peraturan perundang-undangan yang relevan dengan pokok permasalahan. Penelitian hukum normatif bertujuan untuk mengkaji norma dan ketentuan hukum yang berlaku dalam sistem hukum nasional, baik ditinjau dari segi hierarki peraturan perundang-undangan (vertikal) maupun hubungan keselarasan antarperaturan (horizontal). Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan yang mencakup bahan hukum primer seperti Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Jo Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta bahan hukum sekunder berupa literatur, jurnal, dan putusan pengadilan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak dalam Putusan Nomor 102/Pid.Sus/2024/PN.Kwg didasarkan pada terpenuhinya unsur kesalahan, kemampuan bertanggung jawab, dan tidak adanya alasan pembenar maupun pemaaf. Proses penegakan hukum dimulai dari tahap penyelidikan dan penyidikan oleh kepolisian, dilanjutkan dengan pemeriksaan di pengadilan hingga hakim menjatuhkan pidana penjara delapan tahun dan denda sebesar Rp300.000.000,00 berdasarkan Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Jo Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002. Hakim mempertimbangkan aspek yuridis, sosial, dan psikologis korban sebagai anak yang masih berada dalam usia rentan. Namun, masih ditemukan kendala seperti minimnya pendampingan psikologis dan lambatnya proses pemulihan korban. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara aparat penegak hukum, lembaga perlindungan anak, dan masyarakat untuk memperkuat sistem perlindungan serta mewujudkan keadilan yang berorientasi pada pemulihan korban.
Kata Kunci : korban, tindak pidana, kekerasan seksual
| Dosen Pembimbing: | Widayati, Widayati | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 01:58 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44594 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
