Azkia, Bagas Azam (2025) PENGARUH BUDAYA SUBKULTUR LEMBAGA PEMASYARAKATAN TERHADAP ADAPTASI NARAPIDANA SEBELUM PEMBEBASAN (Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kedungpane Semarang). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200069_fullpdf.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200069_fullpdf.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302200069_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302200069_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (495kB)

Abstract

Abstrak
Penelitian ini mengkaji secara mendalam bagaimana budaya subkultur yang terbentuk dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memengaruhi proses adaptasi sosial dan psikologis narapidana setelah mereka kembali ke masyarakat (sebelum pembebasan). Budaya subkultur Lapas diketahui menciptakan sistem norma, hierarki, dan bahasa informal yang seringkali kontradiktif dengan norma masyarakat sipil. Analisis menunjukkan bahwa dua dimensi utama permasalahan yang dikaji, pertama terkait budaya subkultur lembaga pemasyarakatan bagi narapidana di Lapas Kelas I Kedungpane Semarang saat ini, dan kedua terkait pengaruh budaya subkultur lembaga pemasyarakatan terhadap adaptasi narapidana sebelum pembebasan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis fenomena subkultur secara holistik dan mendalam. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan informan kunci yang meliputi narapidana, petugas Lapas, dan pembimbing kemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas). Data sekunder dilengkapi melalui kajian literatur, dokumen resmi, dan peraturan terkait sistem pemasyarakatan dan reintegrasi sosial. Triangulasi sumber dan metode dilakukan untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan, sehingga menghasilkan interpretasi yang kaya konteks mengenai dinamika adaptasi sebelum pembebasan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh budaya subkultur Lapas bagi narapidana di Lapas Kelas I Kedungpane Semarang mengalami kesulitan adaptasi yang tinggi (post-release maladaptation) yang dipicu oleh residu norma Lapas, terutama isolasi psikologis dan stigmatisasi ganda (stigmatisasi masyarakat dan internal Lapas). Pengaruh budaya subkultur Lapas terhadap adaptasi yang berhasil sebelum pembebasan sangat bergantung pada tiga faktor: efektivitas program pra-pembebasan, kualitas jaringan dukungan keluarga, dan kemampuan individu dalam menolak kembali pada pola perilaku devian yang didorong oleh peer group Lapas. Oleh karena itu, skripsi ini menyimpulkan perlunya intervensi psikososial terstruktur yang berfokus pada de-internalisasi norma subkultur Lapas dan penguatan resiliensi mantan narapidana.
Kata Kunci: Subkultur Lapas; Adaptasi Sebelum Pembebasan; Narapidana; Reintegrasi Sosial; Stigmatisasi

Dosen Pembimbing: Wahyuningsih, Sri Endah | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 14 Jan 2026 04:22
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44571

Actions (login required)

View Item View Item