RAHMAN, ALYA DAVINA (2025) TINJAUAN YURIDIS PERTANGGUNGJAWABAN PERDATA RUMAH SAKIT TERHADAP PASIEN KORBAN MALPRAKTIK MEDIS DALAM TINDAKAN OPERASI CAESAR BERDASARKAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Ilmu Hukum_30302200046_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Ilmu Hukum_30302200046_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Operasi caesar, sebagai salah satu tindakan bedah mayor dengan risiko inheren yang tinggi, berpotensi besar memicu sengketa hukum perdata apabila terdapat kelalaian atau kesalahan profesional yang berakibat pada cedera, cacat permanen, atau bahkan kematian pasien. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis sosiologis dengan analisis perundang-undangan (statute approach) dan studi kasus (case approach) yang diperkaya dengan data primer lapangan, untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana hukum positif di Indonesia mengatur konstruksi dan implementasi pertanggungjawaban perdata rumah sakit sebagai institusi atas kerugian yang dialami pasien akibat malpraktik medis, yang secara spesifik terjadi dalam tindakan operasi caesar.
Hasil penelitian secara jelas menegaskan bahwa rumah sakit bertanggung jawab penuh atas tindakan kelalaian tenaga kesehatan di bawahnya berdasarkan prinsip Tanggung Jawab Tidak Langsung (Vicarious Liability), yang memiliki akar yuridis kuat pada Pasal 1367 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) dan diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Malpraktik medis dalam operasi caesar dikonstruksikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum (PMH) pada Pasal 1365 KUH Perdata, di mana pembuktian PMH tersebut harus memenuhi empat unsur vital yakni adanya perbuatan melawan hukum (pelanggaran standar profesi); adanya kesalahan (kelalaian); timbulnya kerugian (materiil dan imateriil); dan yang paling sulit, adanya hubungan kausalitas (causation) yang meyakinkan antara kelalaian medis dan kerugian pasien. Pasien korban malpraktik memiliki hak menuntut ganti rugi yang mencakup kompensasi atas kerugian finansial yang terukur (materiil) dan kompensasi atas penderitaan non-finansial (imateriil).
Meskipun landasan hukum pertanggungjawaban telah teridentifikasi, proses litigasi dihadapkan pada hambatan internal berupa asimetri informasi kronis dan kerahasiaan Rekam Medis, serta hambatan eksternal berupa kesulitan pembuktian kausalitas antara kelalaian dan kerugian, yang serta bias kesaksian ahli akibat solidaritas profesi. Untuk mengatasi tantangan tersebut dan mencapai keadilan substantif, penelitian ini merekomendasikan penafsiran yudisial yang progresif, termasuk penerapan Doktrin Contra Proferentem, Doktrin Res Ipsa Loquitur untuk pergeseran beban pembuktian, serta adopsi konsep Hilangnya Kesempatan (Loss of Chance) dalam perhitungan ganti rugi imateriil.
Kata Kunci: Pertanggungjawaban Perdata, Rumah Sakit, Malpraktik Medis, Operasi Caesar, Perbuatan Melawan Hukum, Vicarious Liability.
| Dosen Pembimbing: | Witasari, Aryani | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 04:16 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44559 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
