Erinda, Adysa (2025) PELAKSANAAN PENEGAKAN HUKUM PELAKU TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK ( Studi Kasus di Kepolisian Daerah Jawa Tengah ). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Ilmu Hukum_30302200028_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Ilmu Hukum_30302200028_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Kekerasan seksual terhadap anak merupakan pelanggaran serius terhadap martabat manusia dan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab sebagaimana tercantum dalam Pancasila. Meskipun Indonesia telah memiliki regulasi yang komprehensif seperti Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal sosialisasi dan koordinasi antar penegak hukum. Kondisi ini menyebabkan banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak belum tertangani secara maksimal sehingga hak-hak korban belum sepenuhnya terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana kekerasan seksual anak di bawah umur di wilayah Kepolisian Daerah Jawa Tengah serta menganalisis hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Dalam pendekatan ini, data dihimpun melalui studi literatur dan wawancara dengan Aparat Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Jenis dan sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakan, studi lapangan dengan lokasi penelitian di Kepolisian Daerah Jawa Tengah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di wilayah hukum Kepolisian Daerah Jawa Tengah meliputi tahap penyelidikan, tahap penyidikan, koordinasi antar lembaga penegak hukum, dan pelimpahan berkas perkara di kejaksaan. Sementara itu, kendala yang dihadapi meliputi hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal meliputi keterbatasan kompetensi aparat penegak hukum, prosedural dan pembuktian, kurangnya koordinasi antar penegak hukum. Hambatan eksternal meliputi korban tidak kooperatif, kurangnya alat bukti, psikologis korban, dan minimnya keterlibatan Lembaga sosial. Solusi dari hambatan internal yaitu peningkatan kompetensi aparat melalui pelatihan khusus tentang penanganan kasus anak serta penguatan koordinasi antar instansi, sedangkan hambatan eksternal yaitu aparat terus berupaya meningkatkan kesadaran hukum masyarakat agar korban dan keluarga lebih kooperatif dalam proses hukum, serta memperkuat kerja sama dengan lembaga sosial dan tokoh masyarakat.
Kata Kunci: Kekerasan Seksual, Kepolisian,Penegakan Hukum.
| Dosen Pembimbing: | Musofiana, Ida | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 04:17 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44557 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
