MAHMUDAH, SANTRIANY (2025) PENERAPAN ASAS KEHATI-HATIAN DALAM PEMBUATAN AKTA AUTENTIK PPAT UNTUK MENCEGAH PENIPUAN DAN PENYALAHGUNAAN SERTIPIKAT PADA TRANSAKSI JUAL BELI TANAH DI KOTA TEGAL. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Kenotariatan_21302300133_fullpdf.pdf] Text
Magister Kenotariatan_21302300133_fullpdf.pdf

| Download (2MB)
[thumbnail of Magister Kenotariatan_21302300133_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Kenotariatan_21302300133_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (406kB)

Abstract

Beberapa tahun terakhir, kasus penipuan yang melibatkan transaksi jual beli tanah semakin meningkat, baik yang melibatkan pemalsuan sertifikat tanah, penjualan tanah yang tidak sah, maupun transaksi tanah yang dilakukan oleh pihak yang tidak berwenang. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun PPAT memiliki peran penting dalam menjamin keabsahan transaksi tanah melalui pembuatan akta autentik, masih terdapat kelemahan dalam penerapan asas kehati-hatian. Kurangnya verifikasi dokumen, identitas, dan legalitas objek transaksi dapat membuka peluang bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dan penyalahgunaan sertifikat tanah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asas kehati-hatian oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam proses pembuatan akta autentik sebagai upaya pencegahan terhadap penipuan dan penyalahgunaan sertipikat pada transaksi jual beli tanah di Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui wawancara dengan tiga PPAT aktif di wilayah Kota Tegal, yaitu Laeli Nurchamidah, S.H., M.Kn., Adi Akbar, S.H., M.Kn., dan Desi Setyaningsih, S.H., M.Kn., untuk memperoleh gambaran objektif mengenai sejauh mana asas kehati-hatian diterapkan oleh PPAT dalam pembuatan akta autentik dan menelaah peraturan perundang-undangan terkait jabatan PPAT (Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, dan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2006 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 Tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah) serta pendekatan empiris
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asas kehati-hatian merupakan bentuk perlindungan hukum preventif yang dilakukan PPAT untuk memastikan keabsahan identitas para pihak, kebenaran data sertipikat, dan kesesuaian kehendak hukum dalam akta. Penerapan prinsip ini terbukti efektif dalam mencegah penipuan dan penyalahgunaan sertipikat, karena setiap proses pembuatan akta selalu diawali dengan verifikasi dokumen, pemeriksaan lapangan, pembacaan akta di hadapan saksi, serta pencantuman klausul tanggung jawab para pihak. Dari sudut teori hukum, penelitian ini memperkuat mengenai perlindungan hukum preventif serta teori kehendak (Wilstheorie) yang menegaskan pentingnya kesesuaian antara kehendak batin dan pernyataan hukum dalam transaksi keperdataan.
Kata Kunci: Asas Kehati-hatian, PPAT, Akta Autentik, Jual Beli.

Dosen Pembimbing: Darmadi, Nanang Sri | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Kenotariatan
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Kenotariatan
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 12 Jan 2026 07:56
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44496

Actions (login required)

View Item View Item