Ekaningtyas, Vidya (2025) PENGARUH GEL EKSTRAK TAPAK DARA (Catharanthus roseus) TERHADAP DENSITAS KOLAGEN DAN KADAR IL 10 (Studi eksperimental pada mencit C57BL/6 pasca terpapar sinar UV-B secara sub kronik). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2322010420_fullpdf.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2322010420_fullpdf.pdf

| Download (2MB)
[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2322010420_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2322010420_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (142kB)

Abstract

Latar belakang: Paparan ultraviolet-B (UV-B) subkronik merupakan salah satu faktor utama yang mempercepat proses fotoaging melalui peningkatan stres oksidatif, penurunan kadar Interleukin-10 (IL-10), dan kerusakan struktur kolagen dermis. Catharanthus roseus mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas gel ekstrak C. roseus dalam meningkatkan kadar IL-10 dan memperbaiki densitas kolagen pada kulit mencit C57BL/6 setelah paparan UV-B.
Metode: Sebanyak 30 mencit dibagi menjadi lima kelompok: K1 (kontrol sehat), K2 (UV-B + basis gel), K3 (UV-B + vitamin E), K4 (UV-B + gel C. roseus 15%), dan K5 (UV-B + gel C. roseus 30%). Paparan UV-B diberikan selama 14 hari, kemudian sampel jaringan dianalisis. Kadar IL-10 diukur menggunakan ELISA, sementara densitas kolagen dievaluasi melalui pewarnaan Masson’s Trichrome dan analisis ImageJ pada lima lapangan pandang.
Hasil: Penelitian menunjukkan perbedaan bermakna kadar IL-10 antar kelompok (ANOVA, p=0,000). Rerata ± SD IL-10 berturut-turut adalah K1: 73,46 ± 5,68; K2: 19,71 ± 8,14; K3: 27,06 ± 6,70; K4: 57,62 ± 13,01; K5: 63,40 ± 6,09 pg/mL. Analisis densitas kolagen juga menunjukkan perbedaan signifikan (Kruskal–Wallis, p=0,005), dengan nilai rerata ± SD K1: 82,15 ± 1,66; K2: 45,47 ± 11,35; K3: 53,15 ± 8,38; K4: 64,35 ± 1,99; K5: 69,80 ± 8,90%
Kesimpulan: Gel ekstrak Catharanthus roseus terbukti meningkatkan IL-10 dan memperbaiki densitas kolagen secara signifikan. Konsentrasi 30% menunjukkan efek yang paling optimal sebagai agen fotoprotektif dan reparatif terhadap kerusakan kulit akibat paparan UV-B, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal untuk pencegahan fotoaging dan mempercepat pemulihan integritas kulit pada aplikasi klinis.

Kata kunci: Catharanthus roseus, IL-10, kolagen, UV-B, antiinflamasi, fotoprotektif.

Dosen Pembimbing: Wibowo, Joko Wahyu and Trisnadi, Setyo | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 05 Jan 2026 06:18
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44136

Actions (login required)

View Item View Item