INTERFERENSI TAYANGAN UPIN DAN IPIN DRAMA WAYANG KULIT TERHADAP PENGGUNAAN KOSAKATA NONBAKU ANAK DI PERUMAHAN BUMI BANJARDOWO INDAH
Berkas Tugas Akhir
Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia_34102100053_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Kata Kunci: interferensi bahasa, dwibahasawan, pemerolehan bahasa anak
Interferensi bahasa merupakan fenomena linguistik yang muncul ketika unsur-unsur dari suatu bahasa, baik berupa fonologi, struktur gramatikal, maupun leksikon, menyusup dan memengaruhi penggunaan bahasa lain—baik dari bahasa ibu ke bahasa kedua maupun sebaliknya. Kondisi ini kerap menimbulkan penyimpangan atau kesalahan berbahasa, khususnya pada masyarakat yang menggunakan dua bahasa (dwibahasawan/bilingual). Pada hakikatnya, interferensi termasuk dalam ranah kontak bahasa yang timbul akibat adanya perbedaan sistem linguistik antarbahasa yang saling berinteraksi.
Penelitian ini berfokus pada bentuk interferensi dari tayangan Upin Ipin Drama Wayang Kulit terhadap anak di Perumahan Bumi Banjardowo Indah dan faktor linguistik dan non linguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interferensi tayangan Upin Ipin dan faktor-faktor yang mempengaruhi anak di Perumahan Bumi Banjardowo Indah. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan bersumber dari video tayangan Upin Ipin baik di televisi maupun YouTube.
Hasil penelitian ditemukan 22 data interferensi bahasa, masing-masing 14 interferensi gramatikal, 5 leksikal, 1 fonologis, dan 2 semantis. Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa faktor yang mempengaruhi anak mudah menggunakan dua bahasa dalam satu waktu.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
