library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

GAMBARAN DISTORSI KOGNITIF WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP) PELAKU KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI LAPAS KELAS IIA SERANG

Detail Tugas Akhir

GAMBARAN DISTORSI KOGNITIF WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP) PELAKU KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI LAPAS KELAS IIA SERANG

AWALIYAH, AWALIYAH (2025) GAMBARAN DISTORSI KOGNITIF WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP) PELAKU KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI LAPAS KELAS IIA SERANG. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Psikologi_30702100049_fullpdf.pdf
PDF
Text
Psikologi_30702100049_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (176kB)

Abstract

Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terus meningkat menandakan adanya persoalan serius dalam aspek psikologis pelaku, terutama terkait distorsi kognitif yang digunakan untuk membenarkan tindakan menyimpang. Masalah ini menjadi penting karena distorsi tersebut dapat menghambat proses rehabilitasi dan meningkatkan risiko residivisme. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk distorsi kognitif yang muncul pada warga binaan pemasyarakatan (WBP) pelaku kekerasan seksual terhadap anak, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, dan melibatkan tiga warga binaan pemasyarakatan (WBP) laki-laki yang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Serang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik fenomenologi Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek mengalami lima bentuk distorsi kognitif menurut teori Ward & Keenan, yakni Children as Sexual Beings, Nature of Harm, Entitlement, Uncontrollability, dan Dangerous World, yang dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil yang traumatis, pola asuh disfungsional, rendahnya empati, dan lingkungan sosial permisif. Kesimpulan menunjukkan bahwa distorsi kognitif berperan sebagai mekanisme pembenaran diri yang menghambat kesadaran moral pelaku. Penelitian merekomendasikan intervensi psikologis berbasis restrukturisasi kognitif dalam program rehabilitasi warga binaan pemasyarakatan (WBP) pelaku kejahatan seksual.
Kata Kunci: Distorsi Kognitif, Kekerasan Seksual, Anak Di Bawah Umur

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints