library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PEMALSUAN AKTA OTENTIK OLEH NOTARIS DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM PIDANA (STUDI KASUS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 303 K–PID–2004)

Detail Tugas Akhir

PEMALSUAN AKTA OTENTIK OLEH NOTARIS DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM PIDANA (STUDI KASUS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 303 K–PID–2004)

SUPRIYADI, ENDI (2025) PEMALSUAN AKTA OTENTIK OLEH NOTARIS DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM PIDANA (STUDI KASUS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 303 K–PID–2004). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400098_fullpdf.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (1MB)
PDF
Text
Magister Ilmu Hukum_20302400098_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (98kB)

Abstract

Kehendak bebas manusia sering kali menjadi faktor yang memicu munculnya persoalan dalam praktik kenotariatan, khususnya terkait dengan pemalsuan akta otentik. Ketidakmampuan untuk sepenuhnya memahami dan mengantisipasi kehendak pihak-pihak yang berhadapan dengan notaris, membuka celah terjadinya penyalahgunaan jabatan, termasuk pemalsuan isi akta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dasar-dasar pengujian autentisitas akta notaris yang dipalsukan serta menelaah pertanggungjawaban hukum yang dapat dikenakan terhadap notaris yang terlibat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan pendekatan pada inventarisasi hukum positif, asas-asas hukum, doktrin hukum, serta studi terhadap putusan pengadilan, khususnya Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 303 K/Pid/2004.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa autentisitas akta notaris yang diduga dipalsukan dapat diuji melalui pemahaman mengenai bentuk, sifat, dan fungsi hukum dari akta otentik itu sendiri. Apabila terbukti terjadi pemalsuan, maka akta tersebut dapat kehilangan kekuatan hukum sebagai akta otentik dan hanya dianggap sebagai akta di bawah tangan, bahkan bisa dinyatakan batal atau tidak sah secara hukum. Dalam hal notaris terbukti terlibat, maka yang bersangkutan dapat dimintai pertanggungjawaban secara perdata, pidana, dan dikenai sanksi etik serta administratif lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

kata kunci :Notaris, Autensitas akta, Pemalsuan

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints