library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PEMERKOSAAN DALAM PERKAWINAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF INDONESIA

Detail Tugas Akhir

PEMERKOSAAN DALAM PERKAWINAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF INDONESIA

NURMANSAH, DEDI (2025) PEMERKOSAAN DALAM PERKAWINAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF INDONESIA. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300053_fullpdf.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (1MB)
PDF
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300053_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (13kB)

Abstract

Kasus pemerkosaan dalam perkawinan (marital rape) sering kali tidak mendapatkan perhatian yang cukup dalam masyarakat, terutama karena anggapan bahwa hubungan seksual dalam perkawinan adalah hak mutlak suami. Dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia, terdapat perbedaan pandangan terkait pemenuhan hak dan kewajiban pasangan suami istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana hukum Islam dan hukum positif Indonesia mengatur dan memandang tindakan pemerkosaan dalam perkawinan, serta implikasinya terhadap perlindungan hak asasi manusia, khususnya perempuan.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan komparatif. Data diperoleh melalui studi literatur terhadap sumber-sumber hukum primer dan sekunder, termasuk Al-Qur'an, Hadis, Undang-Undang, serta dokumen hukum terkait. Analisis dilakukan dengan membandingkan prinsip-prinsip dalam hukum Islam dan ketentuan hukum positif Indonesia, termasuk KUHP dan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam menekankan pentingnya hubungan yang didasarkan pada kerelaan dan penghormatan terhadap pasangan, sementara hukum positif Indonesia telah mengakui pemerkosaan dalam perkawinan sebagai bentuk kekerasan yang dapat dipidana melalui UU PKDRT. Namun, implementasi hukum ini masih menghadapi tantangan, terutama dalam aspek budaya dan kesadaran masyarakat. Dengan demikian, diperlukan upaya sinergis antara edukasi hukum, penegakan hukum, dan pemberdayaan perempuan untuk memastikan perlindungan yang lebih baik.
Kata kunci: pemerkosaan dalam perkawinan, hukum Islam, hukum positif Indonesia, UU PKDRT, hak asasi manusia.

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints