library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

THE PORTRAYAL OF BEAUTY MYTHS AND ITS EFFECTS IN THE MISS CONGENIALITY (2000) MOVIE

Detail Tugas Akhir

THE PORTRAYAL OF BEAUTY MYTHS AND ITS EFFECTS IN THE MISS CONGENIALITY (2000) MOVIE

ULFIANI, DITA (2025) THE PORTRAYAL OF BEAUTY MYTHS AND ITS EFFECTS IN THE MISS CONGENIALITY (2000) MOVIE. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Sastra Inggris_30802100020_fullpdf.pdf
PDF
Text
Sastra Inggris_30802100020_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (236kB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis mitos kecantikan yang digambarkan oleh
karakter-karakter perempuan seperti Gracie, Cheryl, Leslie, dan Mary dalam film
Miss Congeniality (2000). Film ini bercerita tentang Gracie, seorang agen FBI
perempuan yang harus menyamar sebagai peserta kontes kecantikan, yang
memaksanya dan kontestan lainnya untuk menyesuaikan diri dengan standar
kecantikan masyarakat dengan menggunakan teori mitos kecantikan dari Naomi
Wolf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui area mana saja yang terpengaruh
oleh mitos kecantikan dan menjelaskan bagaimana mitos kecantikan
mempengaruhi karakter utama.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Data primer yang
digunakan dalam penelitian ini adalah naskah film Miss Congeniality (2000). Data
sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku, artikel, jurnal, dan buku
elektronik. Langkah-langkah pengumpulan data adalah menonton film, membaca
naskah film, mengidentifikasi data, mengklasifikasikan data, dan mereduksi data.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dua hasil. Pertama, mitos kecantikan
mempengaruhi empat dari enam area, yaitu budaya, kelaparan, dan kekerasan, dan
seks. Dalam budaya, penampilan fisik adalah hal yang paling penting. Dalam
kelaparan, perempuan harus menjaga tubuh mereka tetap langsing. Dalam
kekerasan, perempuan harus menanggung rasa sakit. Dalam seks, perempuan
dipandang sebagai objek laki-laki. Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa
perempuan sesuai dengan standar kecantikan. Kedua, mitos kecantikan memiliki
dua efek, yaitu tidak puas dan menderita. Ketidakpuasan terjadi ketika Gracie
merasa penampilannya tidak sesuai dengan standar kecantikan, sedangkan
penderitaan terjadi ketika Gracie mendengar komentar-komentar tentang
penampilannya dan merasa kehilangan dirinya.
Kata kunci: standar kecantikan, mitos kecantikan, efek mitos kecantikan,
Miss Congeniality

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints