Prasmara, Christiano Valdis (2024) PERTANGGUNG JAWABAN NOTARIS TERHADAP KESALAHAN PENULISAN AKTA YANG SUDAH DIBUAT. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
![]() |
Text
Magister Kenotariatan_21302200227_fullpdf.pdf |
![]() |
Text
Magister Kenotariatan_21302200227_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban
hukum notaris terhadap akta yang dibuatnya serta perlindungan hukum bagi pihak
yang dirugikan akibat kesalahan pada akta tersebut. Penelitian ini menggunakan
pendekatan yuridis normatif dengan metode clinical legal research yang berfokus
pada kajian peraturan perundang-undangan dan norma-norma hukum yang
berlaku. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder melalui studi pustaka
mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa berdasarkan Pasal 65 Undang-Undang Jabatan Notaris No. 30
Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris Juncto Undang-Undang Jabatan Notaris No. 2
Tahun 2014 yaitu notaris baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun tetap
bertanggung jawab atas akta yang dibuatnya. Pasal 16 UUJN mengatur bahwa
notaris dapat dikenai sanksi atas kesalahan yang merugikan pihak lain, baik
melalui sanksi administratif maupun perdata sesuai Pasal 1365 KUHPer. Akta
yang cacat hukum akibat kelalaian maupun pelanggaran hukum dapat dibatalkan
melalui putusan pengadilan sesuai dengan Pasal 1320 KUHPer. Dalam hal
perlindungan hukum terhadap kesalahan akta sesuai Pasal 1868 KUHPer
menegaskan bahwa akta autentik yang dibuat oleh notaris memiliki kekuatan
pembuktian yang sangat kuat. Apabila terdapat kesalahan atau pelanggaran hukum
dalam proses pembuatannya maka akta tersebut dapat dianggap batal demi hukum
atau menjadi akta di bawah tangan. Selain itu pihak yang dirugikan dapat menuntut
ganti rugi berdasarkan Pasal 1365 KUHPer atas perbuatan melawan hukum.
Penelitian ini fokus terhadap notaris yang tetap bertanggung jawab atas akta yang
dibuatnya meskipun sudah pensiun. Perlindungan hukum terhadap pihak yang
dirugikan dapat diwujudkan melalui pembatalan akta yang cacat hukum yang
hanya dapat dilakukan melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Notaris yang melakukan kesalahan atau pelanggaran dapat dikenai sanksi yang
sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik sanksi administratif maupun perdata.
Kata Kunci: Notaris, Akta, Kesalahan Penulisan.
Dosen Pembimbing: | Arifulloh, Achmad | nidn121117801 |
---|---|
Item Type: | Thesis (Masters) |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Pascasarjana Pascasarjana > Magister Kenotariatan |
Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
Date Deposited: | 12 Feb 2025 06:29 |
URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/38750 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |