library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

KEKUATAN BUKTI ELEKTRONIK DALAM PEMBUKTIAN PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA

Detail Tugas Akhir

KEKUATAN BUKTI ELEKTRONIK DALAM PEMBUKTIAN PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA

PUTRA, SUBHAN SURYADI (2024) KEKUATAN BUKTI ELEKTRONIK DALAM PEMBUKTIAN PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300224_fullpdf.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (2MB)
PDF
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300224_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (110kB)

Abstract

Korupsi merupakan salah satu kejahatan luar biasa yang memiliki dampak besar terhadap tatanan sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia. Dalam upaya memberantas tindak pidana korupsi, penggunaan bukti elektronik menjadi semakin penting, terutama di era digital saat ini. Bukti elektronik memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari jenis bukti lainnya, seperti sifatnya yang mudah dimanipulasi dan memerlukan pengolahan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekuatan bukti elektronik dalam sistem pembuktian perkara tindak pidana korupsi, baik dari perspektif hukum positif Indonesia maupun praktik peradilannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, literatur, dan putusan pengadilan terkait tindak pidana korupsi yang melibatkan bukti elektronik. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan analisis kualitatif untuk mengevaluasi implementasi bukti elektronik dalam proses peradilan. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif dengan memperhatikan prinsip-prinsip hukum pembuktian yang berlaku di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukti elektronik memiliki kekuatan pembuktian yang sah di pengadilan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan KUHAP. Namun, dalam praktiknya, masih terdapat tantangan teknis dan hukum, seperti validasi keaslian bukti elektronik dan pengakuan ahli digital. Pembahasan lebih lanjut mengungkap perlunya peningkatan kompetensi aparat penegak hukum dalam menangani bukti elektronik serta harmonisasi regulasi untuk menjamin proses peradilan yang adil dan efektif dalam kasus tindak pidana korupsi.

Kata Kunci : korupsi, bukti elektronik, pembuktian, hukum pidana, Indonesia

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints