HUBUNGAN ANTARA SPIRITUAL KOPING DENGAN TINGKAT STRES PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30902300301_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang : Pasien GGK sangat bergantung pada terapi hemodialisa untuk mempertahankan fungsi ginjal. Pasien membutuhkan waktu 12-15 jam tiap minggunya untuk melakukan hemodialisa. Dengan keadaan yang terus menerus seperti itu, keluarga maupun pasien penderita GGK akan merasakan suatu tekanan psikososial seperti merasa khawatir atas kondisinya yang tidak dapat diprediksi kapan treatment akan berakhir, kondisi finansial yang mungkin saja terjadi, depresi akan penyakitnya bahkan ketakutan menghadapi kematian. Tujuan Penelitian : Mengetahui Hubungan antara spiritual koping dengan tingkat stres pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSI Sultan Agung Semarang. Metode Penelitian : penelitian kuantitatif dengan metode studi korelasi (correlational study) dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian yang dilakukan adalah seluruh pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSI Sultan Agung Semarang sebanyak 100 pasien. Hasil penelitian : Pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSI Sultan Agung Semarang sebagian besar mempunyai spiritual koping sedang sebanyak 43 responden (43,0%) dan mempunyai tingkat stres ringan sebanyak 37 responden (37,0%) Ada hubungan antara spiritual koping dengan tingkat stres pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSI Sultan Agung Semarang didapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05.
Kata Kunci: spiritual koping, tingkat stres
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
