library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

KEDUDUKAN HUKUM AKTA PERJANJIAN PERKAWINAN YANG DIBUAT DIHADAPAN NOTARIS TANPA DIREGISTRASI PADA KANTOR PENCATATAN PERKAWINAN

Detail Tugas Akhir

KEDUDUKAN HUKUM AKTA PERJANJIAN PERKAWINAN YANG DIBUAT DIHADAPAN NOTARIS TANPA DIREGISTRASI PADA KANTOR PENCATATAN PERKAWINAN

HERNAWAN, FAISAL ABDILLAH (2024) KEDUDUKAN HUKUM AKTA PERJANJIAN PERKAWINAN YANG DIBUAT DIHADAPAN NOTARIS TANPA DIREGISTRASI PADA KANTOR PENCATATAN PERKAWINAN. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Kenotariatan_21302100124_fullpdf.pdf
PDF
Text
Magister Kenotariatan_21302100124_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (221kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan hukum akta
perjanjian perkawinan yang dibuat dihadapan notaris tanpa diregistrasi pada
Kantor Pencatatan Perkawinan serta dampak hukum bagi pihak ketiga atas
perbuatan perjanjian perkawinan yang dibuat dihadapan notaris tanpa diregistrasi
pada Kantor Pencatatan Perkawinan apabila terjadi perselisihan.
Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan.
Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi, observasi dan studi pustaka. Jenis
penelitian ini adalah pendekatan normatif atau penelitian doctrinal yang
berorientasi pada pendekatan terhadap berbagai norma – norma peraturan
perundang – undangan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kedudukan hukum akta perjanjian
perkawinan yang dibuat di hadapan notaris tanpa diregistrasi pada Kantor
Pencatatan Perkawinan adalah bahwa perjanjian tersebut tetap sah dan mengikat
bagi suami istri, namun tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat terhadap
pihak ketiga. 2) Perjanjian perkawinan yang dibuat di hadapan notaris namun
tidak diregistrasi pada Kantor Pencatatan Perkawinan tidak memiliki kekuatan
hukum yang mengikat terhadap pihak ketiga. Akibat hukumnya adalah pihak
ketiga tidak terikat oleh perjanjian tersebut dan dapat menganggap bahwa harta
pasangan suami istri adalah harta bersama. Dalam hal terjadi perselisihan atau
utang, pihak ketiga dapat menuntut penyelesaian dengan melibatkan harta
bersama pasangan, karena tidak ada pemisahan harta yang diakui secara hukum.

Kata Kunci: Notaris, Perjanjian Pernikahan, Perkawinan

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints