library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

ANALISIS RESEPSI KASUS HUKUM DALAM FILM DOKUMENTER “ICE COLD : MURDER, COFFEE AND JESSICA WONGSO” (STUDI RESEPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNISSULA)

Detail Tugas Akhir

ANALISIS RESEPSI KASUS HUKUM DALAM FILM DOKUMENTER “ICE COLD : MURDER, COFFEE AND JESSICA WONGSO” (STUDI RESEPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNISSULA)

Malidu, Muhammad Ikram Nugraha (2024) ANALISIS RESEPSI KASUS HUKUM DALAM FILM DOKUMENTER “ICE COLD : MURDER, COFFEE AND JESSICA WONGSO” (STUDI RESEPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNISSULA). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Ilmu Komunikasi_32802000075_fullpdf.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (3MB)
PDF
Text
Ilmu Komunikasi_32802000075_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (185kB)

Abstract

Salah satu fenomena menarik yang mendapat perhatian publik akhir- akhir
ini adalah film dokumenter “Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso”. Film
ini berhasil mencuri perhatian publik dengan kehadiran narasi serta alur cerita
yang memikat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menggali pemahaman
lebih dalam mengenai bagaimana resepsi mahasiswa Fakultas Hukum di Unissula
terhadap kasus hukum dalam film "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso."
Teori yang digunakan adalah teori Resepsi Stuart Hall. Teknik sampel yang peneliti
gunakan adalah metode purposive sampling dimana peneliti memilih tiga
informan yang telah menonton film dokumenter Ice Cold. Metode penelitian
menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan paradigma
konstruktivisme melalui pengumpulan data berupa wawancara terstruktur,
dokumentasi, dan studi literatur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi mahasiswa hukum terhadap
narasi dan alur cerita film “Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso”
berbeda-beda karena para informan memaknai film sesuai dengan kemampuan,
pengalaman pribadi, dan beragam pembeda latar belakang masing-masing
individu. Peneliti menjadikan informan 1 dan 3 sebagai dominant hegemonic
position. Karena pesan yang disampaikan diterima sepenuhnya dan dimaknai
secara umum. Sedangkan informan 2 berada di posisi negotiation code position.
Posisi dimana informan sepaham dengan pembuat pesan tetapi memodifikasi
pesan agar sesuai dengan kepribadian informan. film ini memberikan gambaran
yang menantang tentang bagaimana hukum beroperasi dalam konteks kasus
tersebut, dan membuat penonton untuk memikirkan ulang pandangan mereka
terhadap keadilan dan proses hukum secara umum. Pesan-pesan ini menjadi
pertimbangan penting bagi masyarakat untuk lebih kritis dalam menilai dan
mendukung perubahan hukum yang lebih baik.

Kata kunci : Resepsi Penonton, Narasi, Alur cerita, Kasus Hukum, Film
Dokumennter

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints