HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA BALITA USIA 2 – 5 TAHUN DI PUSKESMAS GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR PROVINSI JAWA TENGAH
Berkas Tugas Akhir
Kebidanan_32102200038_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar belakang: Kekurangan atau kelebihan nutrien dapat menyebabkan sel peradangan yang mengaktifkan mikroglia untuk memproduksi molekul pro-inflamasi yang dapat mempengaruhi bagian otak pengatur emosi-perilaku (amigdala, korteks prefrontal). Sehingga, nutrisi yang dikonsumsi anak dapat menjadi salah satu komponen dalam menunjang tumbuh kembang anak terutama pada perkembangan sosial emosionalnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap perkembangan sosial emosional pada balita usia 2 – 5 tahun di Puskesmas Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner SDQ (Strengths and Difficulties Questionaire) dengan strategi cluster random sampling didapatkan 107 responden. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman rho. Hasil: Uji statistik antara status gizi terhadap perkembangan sosial emosional pada balita dengan kategori penilaian kesulitan dan kekuatan didapatkan p value sebesar 0,023 dan 0,001 (p value <0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan status gizi terhadap perkembangan sosial emosional pada balita usia 2 – 5 tahun di Puskesmas Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah.
Kata Kunci: Balita, Perkembangan Sosial Emosional, Status Gizi
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
