PENGARUH GEL EKSTRAK KULIT PETAI (Parkia speciosa Hassks.) TERHADAP KADAR MALONDIALDEHYDE DAN INTERLEUKIN-10 (Studi eksperimental in vivo pada tikus model photoaging yang dipapar UV-B)
Berkas Tugas Akhir
Magister Biomedik_MBK2118010268_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar belakang: Paparan Sinar UVB dapat menginduksi sintesis melanin dengan
meningkatkan kadar MDA dan menekan ekspresi interleukin-10 (IL-10). Senyawa
metabolit dalam ekstrak kulit petai dapat menghambat stress oksidatif akibat
paparan sinar UVB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pemberian gel ekstrak kulit petai terhadap kadar MDA dan IL-10 pada jaringan
kulit tikus yang terpapar UVB intensitas tinggi.
Metode: Desain penelitian ini posttest only control grup dengan metode rancang
acak lengkap. Sampel yang diteliti 24 ekor tikus dengan paparan sinar UVB
302nm dan energi 390mj/cm2/hari sebanyak 3 kali seminggu selama 2 minggu.
Penelitian ini dilakukan empat kelompok yaitu kelompok sehat (K1), kelompok
kontrol negatif (K2), perlakuan 1 (K3) dengan gel ekstrak kulit petai 10% dan
perlakuan 2 (K4) dengan gel ekstrak kulit petai 20%. Kadar MDA dan IL-10 di
analisa mengunakan ELISA assay.
Hasil: Analisis ELISA menunjukkan bahwa terdapat penurunan rerata kadar
MDA yang signifikan antara K4 (0,61±0,15) dan K3 (0,71±0,11) dibandingkan
kontrol negatif (1,65±0,30) dengan nilai p<0.05. Analisis kadar IL-10 juga
menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rerata kadar IL-10 yang signifikan pada
K3 (189,00±11,41) dan K4 (252,49±4,37) dibandingkan kontrol negatif
(96,42±6,16) dengan nilai p<0.05.
Kesimpulan: Pemberian gel ekstrak kulit petai dapat menekan kadar MDA dan
meningkatkan kadar IL-10 pada tikus model photoaging yang dipapar sinar UVB.
Kata kunci : Paparan UVB, ekstrak kulit petai, MDA, IL-10
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
