Tiara, Vionalisa Saviera Gita (2024) ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEMIDANAAN PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN DI PENGADILAN NEGERI REMBANG ( Studi Putusan Nomor 33/Pid.B/2023/PN Rbg ). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Preview |
Text
Ilmu Hukum_30302000316_fullpdf.pdf |
![]() |
Text
Ilmu Hukum_30302000316_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi tindak pidana
pencurian dengan pemberatan dalam konsepsi kepastian hukum serta mengetahui
analisis yuridis terhadap pemidanaan pelaku tindak pidana pencurian dengan
pemberatan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Rembang Nomor:
33/Pid.B/PN Rbg. Kejahatan pencurian itu merupakan delik yang dirumuskan
secara formal dimana yang dilarang dan diancam dengan hukuman, dalam hal ini
adalah perbuatan yang diartikan “mengambil". Tindak pidana pencurian sendiri
diatur dalam pasal 362 KUHP dan Tindak pidana pencurian dengan pemberatan
diatur dalam pasal 363 KUHP.
Metode penelitian yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis yang
dilakukan dengan meneliti bahan pustaka, peraturan perundang-undangan serta
dengan teori penegakan hukum, Teori Pemidanaan dan Teori Keadailan Islam
sebagai permasalahan yang diteliti.
Hasil penelitian dan Pembahasan bahwa Analisis Hukum penerapan
Tindak Pidana Pencurian dengan kekerasan putusan perkara pidana Nomor :
33/Pid.B/2023/PN Rbg Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP Tentang pencurian dengan
pemberatan. Dalam persidangan terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara
selama satu tahun, sanksi dijatuhkan oleh Majelis Hakim kepada terdakwa terlalu
ringan. Sanksi Pidana dalam rumusan Pasal 362 KUHP paling lama Lima Tahun.
Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap Tindak Pidana
Pencurian dengan Pemberatan dengan melihat Pertimbangan yuridis: perbuatan
Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi semua unsur dalam
Pasal 363 KUHP. Pertimbangan Non-yuridis dalam persidangan majelis Hakim
tidak menemukan hal yang dapat menghapuskan pertanggungjawaban pidana, baik
sebagai alasan pembenar atau alasan pemaaf, maka terdakwa harus
mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kata Kunci: Pemidanaan., Pencurian., Pengadilan.
Dosen Pembimbing: | Bawono, Bambang Tri | nidn0607077601 |
---|---|
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Fakultas Hukum Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 5 UNISSULA |
Date Deposited: | 16 May 2024 02:35 |
Last Modified: | 16 May 2024 02:35 |
URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/33772 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |