HUBUNGAN SELF CARE MANAGEMENT DAN SPIRITUAL WELL-BEING DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar belakang : Pasien yang menjalani terapi hemodialisa masih sangat sulit dalam membatasi asupan cairan sehingga berdampak buruk terhadap kesehatan. Dampak lain dari aspek fisik dan psikologis menjadi hal penyulit terhadap kepatuhan terapi, dengan self care management dan spiritual well-being diharapkan mampu membantu pasien dalam mematuhi pembatasan cairan selama menjalani terapi hemodialisa.
Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan teknik total sampling sebanyak 80 responden, pengumpulan data menggunakan kuesioner hemodialysis patients self care measurement scale dan kuesioner (FACIT-SP-12 ) menggunakan uji Gamma dan Lambda.
Hasil : Hasil r = 0,409 dengan ρ value = 0,041 ( ρ<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara self care management dengan kepatuhan, dan hasil r = 0,326 dengan ρ value = 0,013 (ρ<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara spiritual well-being dengan kepatuhan.
Simpulan : Terdapat hubungan yang siginifikan antara self care management dan spiritual well-being dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien hemodialisis.
Kata kunci : self care management, spiritual well-being, hemodialisis.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
