Bahtiar, Hilmi (2024) ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DALAM PERKARA PIDANA KASUS PENGANIAYAAN DAVID OZORA (Study Kasus Putusan Nomor 297/Pid.B/2023/PN JKT.SEL). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Ilmu Hukum_30302000150_fullpdf.pdf]
Preview
Text
Ilmu Hukum_30302000150_fullpdf.pdf

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of Ilmu Hukum_30302000150_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Ilmu Hukum_30302000150_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (1MB)

Abstract

Penganiayaan yang semakin sering terjadi di Indonesia adalah cerminan
dari krisis moral dan kekerasan yang mengakar dalam berbagai lapisan
masyarakat. Ini adalah gejala sosial yang mengindikasikan hilangnya nilai-nilai
kemanusiaan dan integritas yang seharusnya menjadi fondasi perilaku individu
dalam sebuah negara. Dalam konteks ini, tindakan kekerasan tidak pandang bulu;
mereka menyerang tanpa memedulikan status sosial, latar belakang, atau profesi
individu. Salah satu contoh yang mencolok adalah penganiayaan yang melibatkan
anak Pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo yaitu Mario Dandy. Anak pejabat
pajak yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, malah terlibat dalam
perilaku yang mencoreng citra kepemimpinan. Tindakan kekerasan yang
dilakukan oleh anak Pejabat Pajak menimbulkan pertanyaan serius tentang etika
dan moralitas di kalangan para pemimpin bangsa.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan Yuridis Normatif, adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan
cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder sebagai dasar untuk diteliti
dengan cara mengadakkan penelusuran terhadap peraturan-peraturan dan
literatur-literatur yang berakaitan dengan masalah yang diteliti. Metode
Pengumpulan datannya menggunakan study pustaka dan wawancara. Penggunaan
metode analisis kualitatif dalam penelitian adalah dengan cara membahas pokok
permasalan berdasarkan data yang diperoleh baik dari studi kepustakaan maupun
dari hasil penelitian di lapangan yang kemudian dianalisa secara kualitatif untuk
pemecahan.
Hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa perlindungan saksi dan
korban dalam perara pidana kasus penganiayaan David Ozora, peranan LPSK
sangat penting sesuai tugas dan fungsinya sesuai Undang-Undang Perlindungan
Saksi dan Korban sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 31 Tahun 2014.
Menurut undang-undang ini, Dengan ini Majelis hakim menjatuhkan hukuman 12
tahun penjara pada Mario Dandy dan ia juga diwajibkan membayar restitusi
kepada David Ozora sebesar Rp25 miliar. Terdapat dua kendala yaitu dari dalam
penyidikan dimana terdakwa berbohong dalam BAP, dan dari luar yaitu tidak bisa
membayarkan restitusi, Hukuman bagi saksi yang berbohong di persidangan
bahkan dapat lebih berat. Pasal 242 Ayat 2 berbunyi, “Jika keterangan palsu di
atas sumpah diberikan dalam perkara pidana dan merugikan terdakwa atau
tersangka, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan
tahun.”, Jika tidak mampu membayar restitusi, maka sesuai dengan UU Nomor 31
Tahun 2014 pasal 43 ayat 1 tentang Perubahan Atas UU Nomor 13 Tahun 2006
tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Berbunyi, "Dalam hal terpidana tidak
mampu membayar pidana denda sebagaimana dimaksud dalam pasal 37 sampai dengan pasal 42, pidana denda tersebut diganti dengan pidana penjara paling lama
3 tahun.
Kata Kunci : Penganiayaan, Perlindungan, Saksi dan Korban

Dosen Pembimbing: Sulchan, Achmad | nidk8937840022
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 5 UNISSULA
Date Deposited: 13 May 2024 07:36
Last Modified: 13 May 2024 07:36
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/33710

Actions (login required)

View Item View Item