HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN DEPRESI PADA REMAJA
Berkas Tugas Akhir
pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang: Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi akan menyebabkan interaksi media sosial seperti cyberbullying, perbandingan sosial dan penampilan menyebabkan rendahnya harga diri, yang dapat memicu depresi. Dari kondisi stress yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan depresi.
Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang. Teknik yang digunakan adalah total sampling sebanyak 98 responden. Uji yang digunakan pada penelitian ini adalah uji chi-square dengan penggabungan cell.
Hasil: Hasil penelitian menggunakan uji chi square, dengan hasil intensitas penggunaan media sosial pada remaja yaitu rendah sebanyak 65 (66,3%) dan memiliki tingkat depresi ringan sebanyak 38 (38,8%). Dan memiliki p value 0,001 yang kurang dari 0,05 (0,001<0,05). Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan depresi.
Simpulan: Terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan depresi remaja (p value < 0,05)
Kata Kunci: Intensitas penggunaan media sosial, Depresi, Remaja
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
