AZIS, GUS HIFTIRUL (2024) ANALISIS KEDUDUKAN AKTA WASIAT SEBAGAI UPAYA MENGANTISIPASI PERSELISIHAN PEMBAGIAN HARTA WARISAN. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of Magister Kenotariatan_21302000034_fullpdf.pdf]
Preview
Text
Magister Kenotariatan_21302000034_fullpdf.pdf

| Preview Download (3MB)
[thumbnail of Magister Kenotariatan_21302000034_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Kenotariatan_21302000034_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (187kB)

Abstract

Kematian seseorang yang meninggalkan wasiat kerap kali menjadikan
perselisihan antar para ahli waris dikarenakan isinya yang menyatakan
memberikan harta bendanya kepada salah seorang melebihi dari bagian yang
harus diterima para ahli waris lainnya, sehingga menimbulkan kecemburuan dan
perasaan tidak adil. Guna memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi para
ahli waris terkait bagiannya tersebut negara telah mengatur hal itu dalam sebuah
aturan hukum yang disebut dengan hukum waris. Hukum waris menjelaskan
terkait batas maksimal pemberian harta dalam wasiat sampai dengan bagianbagian
yang
akan
dan
bahkan
harus
diterima
para
ahli
waris
masing-masing.

Penelitian

ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana
kedudukan akta wasiat dalam mengantisipasi perselisihan pembagian harta
warisan dan bagaimana peran Balai Harta Peninggalan dalam melaksanakan akta
wasiat penerbitan surat keterangan hak waris sebagai upaya mengantisipasi
perselisihan pembagian harta warisan. Dengan menggunakan metode kajian
Yuridis Sosiologis, supaya bisa menemukan realita yang ada di lapangan dalam
penelitian. Metode ini mencari data dengan cara wawancara dan data yang
ditemukan di lapangan, untuk kemudian menganalisa masalah hukum yang terjadi
pada kasus tersebut.
Dalam proses penelitian yang dilakukan menemukan hasil bahwa wasiat
dalam pembagian harta warisan mempunyai kedudukan yang penting dan selalu
didahulukan pelaksanaannya meskipun memang tidak menutup kemungkinan
adanya masalah atau sengketa baik bagi penerima wasiat maupun ahli waris
kemudian Balai Harta Peninggalanlah merupakan instansi yang memiliki peran
dan kewenangan dalam membuka surat wasiat serta membuatkan surat keterangan
hak waris untuk bagian yang diterima masing-masing ahli waris.

Kata kunci: Kedudukan, Wasiat, Waris

Dosen Pembimbing: Riyanto, Taufan Fajar | nidk8905100020
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana
Pascasarjana > Magister Kenotariatan
Depositing User: Pustakawan 5 UNISSULA
Date Deposited: 26 Apr 2024 02:48
Last Modified: 26 Apr 2024 02:48
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/33481

Actions (login required)

View Item View Item