PENGARUH KOMBINASI MIRROR THERAPY DAN ROM (RANGE OF MOTION) MENGGENGGAM BOLA KARET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK
Berkas Tugas Akhir
pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang : Stroke merupakan salah satu masalah utama kesehatan, bukan hanya di Indonesia namun juga di Dunia. Stroke merupakan penyakit tidak menular namun menjadi penyebab kematian kedua dan penyebab kecacatan ketiga di Dunia.
Tujuan : Mengidentifikasi karakteristik responden meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan frekuensi serangan, rata-rata kekuatan otot pasien stroke non haemoragik setelah dilaksanakan mirror therapy dan ROM menggenggam bola karet, kombinasi mirror therapy dan ROM menggenggam bola karet terhadap kekuatan otot pasien stroke
Metode : Desain penelitian Pre-eksperimen dengan rancangan one group pretest dan posttest dengan teknik purposive sampling, total 22 responden dengan instrumen kuesioner.
Hasil : Responden jenis kelamin laki-laki sebanyak 13 responden (59,1%) Sedangkan untuk usia mayoritas dengan usia 56-65 tahun sebanyak 10 responden (45,5%). Rerata kekuatan otot ekstremitas responden sebelum dilakukan perlakuan 2,50 dan sesudah diberikan perlakuan menjadi 3,55. uji statistic dari perhitungan Wilcoxon signed rank test, maka nilai Z yang didapat sebesar -4,134 dengan nilai p = 0,000 < α 5% dimana kurang dari batas kritis penelitian 0,05.
Kesimpulan : Terdapat pengaruh kombinasi mirror therapy dan ROM (range of motion) menggenggam bola karet terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik di RSI Banjarnegara
Saran : Hasil penelitian untuk dapat menjadi refrensi bagi penelitian selanjutnya terkait kombinasi mirror therapy dan range of motion pada pasien stroke.
Kata Kunci : Mirror Therapy, ROM, Stroke
Daftar Pustaka : 51 (2012 -2021)
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
