PENGARUH KOMBINASI TEKHNIK SLOW DEEP BREATHING DAN GUIDED IMAGERY TERHADAP NYERI PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT DI INSTALASI GAWAT DARURAT
Berkas Tugas Akhir
pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Infark miokard akut dikenal sebagai serangan jantung dengan keluhan yang khas pada infark miokard acut adalah nyeri dada retrosternal (di belakang sternum) yang menjalar ke lengan (umumnya kiri), bahu, leher, rahang bahkan kepunggung dan epigastrium. Nyeri pada infark miokard akut merupakan sensasi yang tidak nyaman sehingga perlu dilakukan tindakan komplementer slow deep breathing dan guided imagery. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi tekhnik slow deep breathing dan guided imagery terhadap nyeri infark miokard akut. Desain pra eksperimen dengan jenis one-grup pra post-test design. Jumlah sampel 18 responden diolah secara statistick menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Analisa karakteristik umur terbanyak 55-65 tahun (44.4%), jenis kelamin laki-laki (66.7%), Pendidikan SD (38.9%) dan pekerjaan swasta (55.6%). Hasil uji Wilcoxon nilai p value 0.000 (p-value <0.05) terdapat pengaruh kombinasi tekhnik slow deep breathing dan guided imagery terhadap nyeri infark miokard akut. Di harapkan dapat dijadikan informasi dalam mengatasi nyeri sehingga dapat diterapkan dalam asuhan keperawatan infark miokard akut.
Kata kunci : Nyeri, Infark Miokard Akut, Slow Deep Breathing, Guided Imagery
Pustaka : 33 ( 2018-2021 )
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
