PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN TERAPI ERITROPOETIN PADA PASIEN HEMODIALISIS Studi Observasional Analitik pada Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
Berkas Tugas Akhir
pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Penyakit ginjal kronik stadium akhir atau End Stage Renal Disease (ESRD) banyak dijumpai manifestasi klinis salah satunya yaitu anemia. Anemia yang terjadi pada penyakit ginjal kronik disebabkan karena beberapa penyebab seperti penurunan produksi eritropoietin. Dalam mengatasi anemia pada pasien yang menjalani hemodialisis dapat menggunakan beberapa obat seperti Erythropoiesis Stimulating Agent (ESA). Bertujuan ntuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin antara sebelum dan sesudah pemberian terapi eritropoetin pada pasien yang menjalani hemodialisis
Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan one group dengan melihat waktu yang berbeda, menggunakan subjek pasien hemodialisis di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang tahun 2022 sebanyak 25 pasien. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan data rekam medis. Data penelitian dianalisis berdasarkan karakteristik penelitian dan dilanjutkan uji t berpasangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar Hb pasien penyakit ginjal kronik sebelum mendapat terapi eritropoietin adalah 8,32 g/dL sedangkan 3 bulan sesudah mendapatkan terapi menjadi sebesar 9,02 g/dL. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji t berpasangan didapatkan p<0,05 (p=0.000) yang menandakan terdapat perbedaan yang bermakna kadar hemoglobin sebelum dan sesudah terapi eritropoietin pada pasien yang menjalani hemodialisis.
Kesimpulan, terdapat perbedaan kadar hemoglobin antara sebelum dan sesudah terapi eritropoietin pada pasien yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
Kata kunci : terapi eritropoietin, kadar hemoglobin, hemodialisis.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
