PENGARUH PEMBERIAN SEKRETOM HYPOXIA MESENCHYMAL STEM CELLS TERHADAP KADAR IL-10 (Studi Eksperimental In Vivo pada Tikus Model Diabetes Tipe 1)
Berkas Tugas Akhir
pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
IL-10 dikenal sebagai sitokin yang mampu menekan proses inflamasi akibat autoimun pada diabetes tipe 1. Sekarang telah dikembangkan sekretom MSCs dengan prakondisi hipoksia sebagai terapi alternatif dengan keunggulan berupa tidak ada risiko terjadinya penolakan imun. Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan peningkatan kadar IL-10 tikus model diabetes tipe 1 pada kelompok perlakuan dengan sekretom Hypoxia-MSCs yang dibandingkan dengan kontrol. Penelitian ini dilakukan di Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Univeristas Islam Sultan Agung. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain penelitian “post test only control group design” dengan 15 hewan coba tikus yang dirandomisasi menjadi 3 kelompok meliputi kelompok : kontrol (STZ 65mg/kgBB), P1 (0,5 cc sekretom Hypoxia-MSCs), P2 (1 cc sekretom Hypoxia-MSCs). Induksi diabetes menggunakan STZ dilakukan 1 kali pada hari ke-6 pemeliharaan tikus lalu dirandomisasi setelah pengujian kadar gula darah. Sedangkan pemberian terapi sekretom Hypoxia-MSCs dilakukan 1 kali pada hari ke-21 dan dilakukan pengambilan sampel pada hari ke-30, untuk pengukuran kadar IL-10 menggunakan ELISA setelah pengambilan sampel darah melalui vena mata. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan signifikan baik pada kelompok perlakuan 1 maupun 2 bila dibandingkan dengan kelompok kontrol (P<0,05). Namun tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok perlakuan 1 dan 2 (P>0,05). Sehingga disimpulkan bahwa terapi sekretom Hypoxia-MSCs berpengaruh terhadap kadar IL-10 pada tikus model diabetes tipe 1.
Kata Kunci: MSCs, Hipoksia, Sekretom Hypoxia-MSCs, IL-10.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
