HUBUNGAN ANTARA KADAR D-DIMER DENGAN KEPARAHAN COVID-19 Studi Observasional Analitik Pada Pasien Terkonfimasi COVID-19 di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
Berkas Tugas Akhir
pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit infeksi pada tractus respiratorius akibat Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Gejala dari COVID-19 adalah flu ringan hingga pneumonia berat dengan tingkat mortalitas tinggi. Penentuan derajat keparahan dibutuhkan untuk memberikan tatalaksana yang efektif sehingga dapat mencegah komplikasi yang dapat terjadi pada pasien COVID-19. Penentuan derajat keparahan COVID-19 dapat menggunakan D-dimer sebagai biomarker koagulasi. Tujuan peneliti adalah untuk mengetahui hubungan kadar D-dimer dengan keparahan COVID-19 pada pasien terkonfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Islam Sultan Agung (RSI SA) Semarang.
Penelitian ini berjenis analitik observasional dengan studi cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien COVID-19 bulan Juni sampai Agustus 2021. Data rekam medis yang diambil adalah data tanda dan gejala serta hasil pemeriksaan penunjang pada saat pasien pertama kali datang ke IGD. Teknik purposive sampling dipakai untuk menentukan jumlah sampel. Jumlah sampel penelitian adalah 50 pasien COVID-19 yang di rawat inap di RSI SA Semarang. Data diolah secara univariat dan bivariat dengan Uji Spearman.
Hasil analisa data secara statistik menjelaskan adanya hubungan yang bermakna antara kadar D-dimer dengan keparahan COVID-19 (p<0,001) dengan kekuatan hubungan sangat kuat dan arah korelasi positif (r = 0,785).
Kadar D-dimer berkorelasi dengan derajat keparahan COVID-19 pada pasien terkonfirmasi COVID-19 di RSI SA Semarang.
Kata kunci: COVID-19, derajat keparahan, D-dimer
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
