HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN ADAPTASI LINGKUNGAN BARU PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30901900052_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang: Kurangnya pendidikan agama, baik di rumah maupun di sekolah,
banyak menimbulkan kerusakan moral masyarakat. Kesadaran orang tua akan hal
ini tumbuh untuk menyekolahkan anaknya ke lembaga pendidikan agama, salah
satunya yaitu pondok pesantren. lingkungan pesantren memiliki karakteristik yang
berbeda dengan lingkungan rumah, sehingga seringkali menimbulkan rasa cemas.
Kecemasan merupakan faktor pendorong karena individu yang mengalami
kecemasan mengalami ketidakmampuan dalam menyelesaikan tugas atau mencapai
tujuan tertentu terutama beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Metode: jenis penelitian Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel
yang digunakan ialah santriwati Pondok Pesantren Al Kautsar Pati. Teknik yang
digunakan ialah total sampling sebanyak 62 responden. Uji yang digunakan pada
penelitian ini ialah uji Spearman rank.
Hasil: berdasarkan hasil analisa yang diperoleh bahwa dari 62 responden
penelitian, sebagian besar memiliki tingkat kecemasan yang berat (83,9%) dan
sebagian responden tidak dapat beradaptasi baik dengan lingkungannya (90,3%).
Data yang diperoleh didapatkan hasil nilai p value = 0,000<0,05.
Kesimpulan: ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan adaptasi lingkungan
baru pada santri di pondok pesantren.
Kata Kunci : Tingkat Kecemasan, Adaptasi lingkungan baru
Daftar Pustaka: 42 (2017-2022)
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
