FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI STATUS GIZI IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALORAN
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30901800057_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar belakang: ASI sangatlah penting bagi pertumbuhan bazi baru lahir, karena
makanan terbaik bayi baru lahir sampai umur 6 bulan yaitu ASI. Masih adanya
bayi yang hanya diberikan ASI masih berada dibawah garis merah atau gizi
buruk. Namun dalam pemenuhan ASI yang cukup memerlukan status gizi yang
baik. Dalam pemenuhan status gizi pastinya ada faktor yang memengaruhi ketidak
berhasilan. Jika status gizi ibu tidak tercukupi akan mengganggu kualitas ASI.
Metode : penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kaloran, Temanggung
dengan metode cross-sesctional, subjek 90 orang ibu menyusui dengan bayi
dibawah usia 2 tahun. Pemilihan subjek secara purposive sampling dan memenuhi
kriteria inkusi serta eksklusi. Data status gizi didapat dengan cara menanyakan
berat badan dan tinggi badan lalu di hitung IMTnya. Analisis data menggunakan
program statistik ,dan menggunakan uji chi-Square.
Hasil : rentang umur subjek ≥17 – 35. Sebagian besar subjek memiliki status gizi
tidak ideal (65,5%). Status gizi tidak berhubungan dengan umur (p=0,314),
pekerjaan (p=0,518), pendidikan (p=0,846), ekonomi (p=0,827), pengatahuan
(p=0,401), sikap ibu (p=0,080), pantangan makanan (p=0,000), dan terdapat
hubungan status gizi dengan aktivitas fisik (p=0,026), dukungan keluarga
(p=0,293), tingkat psikologis (p=0,000).
Kesimpulan : faktor yang mempunyai hubungan dengan status gizi menyususi
yaitu aktivitas fisik, dukungan keluarga dan tingkat psikologis .
Kata kunci : status gizi, ibu menyusui, umur , dukungan keluarga, tingkat
psikologis
Daftar pustaka : 62 (2014 – 2021)
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
