HUBUNGAN ANTARA SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12-60 BULAN DI KELURAHAN TANJUNGMAS SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
Ilmu Keperawatan_30901800039_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang: Anak-anak merupakan golongan yang sangat rentan terhadap penularan
suatu penyakit yang ada di lingkungan sekitar karena kehidupannya yang sangat
bergantung terhadap orangtua. Apabila dalam proses mengurus anak, orangtua kurang
memperhatikan kebersihan dari situlah dapat menimbulkan suatu penyakit yang sering
diderita oleh anak salah satunya yaitu diare. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui
adanya hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita usia 12 – 60
bulan di Kelurahan Tanjungmas Semarang.
Metode: Penelitian ini adalah termasuk pada tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan
cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 12-60 bulan beserta ibu di
kelurahan Tanjungmas. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.
Hasil: Balita yang paling banyak berusia 12 – 36 bulan( 72,8%), sarana jamban dengan
kejadian diare 59,8%, sarana sumber air bersih dengan kejadian diare 71,7%, sarana
pengelolaan sampah dengan kejadian diare 71,7%, sarana SPAL dengan kejadian diare
51,1%.
Simpulan: Hasil penelitian ini didapatkan adanya hubungan antara sanitasi lingkungan
dengan kejadian diare pada balita usia 12-60 bulan di Kelurahan Tanjungmas Semararang
dengan kategori sanitasi buruk dan angka kejadian diare tergolong tinggi.
Kata Kunci
: Sanitasi lingkungan, kejadian diare
Daftar Pustaka
: 100 (2000-2021)
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
