PERBEDAAN KONDISI LINGKUNGAN DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE TINGGI DENGAN SEDANG (Studi Observasional Pada Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue di Kota Semarang)
Berkas Tugas Akhir
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit menular di Indonesia. Kecamatan Kedungmundu dan Kecamatan Rowosari yang berada di Kota Semarang merupakan daerah dengan banyak kejadian DBD. Penyakit DBD memiliki tiga faktor utama yang berperan yaitu, lingkungan, host (manusia), dan juga agent (virus). Tujuan dilakukan studi ini guna mengetahui perbedaan kondisi lingkungan daerah endemis Demam Berdarah Dengue tinggi dengan sedang di Kota Semarang.
Cara yang dipakai dalam studi ini ialah analitik observasional dengan teknik cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang tinggal di daerah endemis tinggi (Kelurahan Kedungmundu) berjumlah 22 responden dan endemis sedang (Kelurahan Rowosari) berjumlah 22 responden. Alat yang dipakai ialah lembar observasional, data diolah dengan uji Chi-square.
Hasil uji statistik didapatkan perbedaan yang signifikan dengan p= 0,001. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan kondisi lingkungan buruk pada endemis tinggi sebanyak 15 orang (68,18%) dan sebanyak 7 orang (31,81%) memiliki kondisi lingkungan baik. Sedangkan, untuk lingkungan buruk pada daerah endemis sedang sebanyak 4 orang (18,18%), sebanyak 18 orang (81,81%) memiliki kondisi lingkungan yang baik.
Mengacu dari hasil kajian diatas maka disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kondisi lingkungan daerah endemis Demam Berdarah Dengue tinggi dengan sedang di Kota Semarang.
Kata Kunci: DBD, Lingkungan, Endemisitas DBD
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
