HUBUNGAN ASUPAN ZINC DENGAN RERATA PERTUMBUHAN PANJANG BADAN BALITA USIA 3 TAHUN Studi Observasi terhadap Balita Usia 3 Tahun di Genuk dan Bangetayu
Berkas Tugas Akhir
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Kejadian balita stunting di Indonesia masih menjadi perhatian khusus bagi pemerintahan Republik Indonesia. Menurut data Riset Kesehatan Nasional (Riskesdas) angka stunting sudah mengalami penurunan dari data Riskesdas 2013 yang menunjukan angka 37,2 % turun menjadi 30,8 % pada data Riskesdas 2018. Walau terlihat terdapat penurunan angka prevalensi, angkat tersebut masih tergolong besar jika dibandingkan dengan kejadian stunting secara internasional. Indonesia menempati peringkat kelima sebagai negara dengan prevalensi stunting menurut data WHO yang dirilis pada tahun 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara asupan zinc dengan rerata pertumbuhan panjang badan perbulan balita usia 3 tahun.
Penelitian observasional analitik ini dengan rancangan cross-secctional ini dilakukan pada 54 responden. Pengambilan data berlangsung mulai dari tanggal 17 – 25 Januari 2021. Analisis statistik yang digunakan adalah Spearman Test.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara asupan zinc dengan rerata pertumbuhan panjang badan balita. Hasil uji Spearman diperoleh p = 0,231 (p > 0,05) dengan rata-rata asupan zinc yang dikonsumsi oleh balita 3 tahun sebesar 3,7098 ± 1,391 mg dan rata-rata pertambahan panjang badan perbulan balita 3 tahun sebesar 1,15459 ± 0,104441 cm/bulan.
Kata kunci : asupan zinc, rerata pertumbuhan panjang badan, stunting.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
