library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

KEDUDUKAN SURAT KUASA MEMBEBANKAN HAK TANGGUNGAN YANG DIBUAT OLEH NOTARIS DENGAN FORMAT PPAT DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG JABATAN NOTARIS DI KOTA PEMALANG

Detail Tugas Akhir

KEDUDUKAN SURAT KUASA MEMBEBANKAN HAK TANGGUNGAN YANG DIBUAT OLEH NOTARIS DENGAN FORMAT PPAT DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG JABATAN NOTARIS DI KOTA PEMALANG

Kurniawan, Yusuf Ady (2020) KEDUDUKAN SURAT KUASA MEMBEBANKAN HAK TANGGUNGAN YANG DIBUAT OLEH NOTARIS DENGAN FORMAT PPAT DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG JABATAN NOTARIS DI KOTA PEMALANG. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
cover.pdf
PDF
Text
daftar isi.pdf
PDF
Text
abstrak.pdf
PDF
Text
daftar pustaka.pdf
PDF
Text
bab 1.pdf
PDF
Text
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (201kB)
PDF
Text
bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (378kB)
PDF
Text
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (488kB)
PDF
Text
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (110kB)

Abstract

Pada perkembangannya dalam hal pembuatan Akta Pemberian Hak Tanggungan atau APHT pihak debitur tidak dapat hadir yang kemudian diwakilkan oleh pihak perwakilannya, konsekuensi dari perwakilan debitur tersebut maka APHT harus dibuat dengan SKMHT atau Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan. Adapun SKMHT yang ada dibuat oleh Notaris. Namun pada perkembangannya berdasarkan Pasal 96 PMNA/ Per.Kaban No. 3 Tahn 1997 sebagaimana telah diubah dengan Per.Kaban No. 8 Tahun 2012 mengharuskan akta yang dibuat sesuai dengan formulir atau form yang dibuat oleh BPN atau Badan Pertanahan, padahal hal tersebut jelas telah bertengangan dengen ketentuan terkait akta menurut Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 kurang tepat, hal ini dikarenakan Notaris berwenang membuat akta autentik, bukan membuat surat, atau mengisi blanko, seperti SKMHT yang mana naskahnya dibuat oleh BPN. Sehingga jelaslah bahwa SKMHT saat ini telah bertolak belakang dengan ketentuan sebagaimana dimaksud Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014. Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam tesis ini ialah 1) bagaimanakah pelaksanaan pembuatan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan di Pemalang saat ini? 2) apasajakah persoalan yang terdapat dalam pelaksanaan pembuatan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan di Pemalang saat ini? 3) bagaimanakah pelaksanaan pembuatan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan di Pemalang yang seharusnya? Jenis penelitian yang digunakan dalam tesis ini ialah yuridis sosiologis. Adapun hasil dari penelitian tesis ini ialah adanya disharmonisasi antara ketentuan Pasal 38 Undang-Undang Jabatan Notaris dengan Pasal 96 ayat (1) Perkaban No. 8 Tahun 2012.Adapun faktor yang mempengaruhi munculnya persoalan dalam pembuatan SKMHT ialah berupa faktor peraturan perundang-undangan yaitu berupa disharmonisasi antara Pasal 38 Undang-Undang Jabatan Notaris dengan Pasal 96 ayat (1) Perkaban No. 8 Tahun 2012, faktor kelemahan SKMHT yaitu berupa masa berlakunya SKMHT dan biaya tambahan dalam pembuatan SKMHT yang juga merupakan akte notaril.

Kata Kunci: Kedudukan, Surat Kuasa Membebani Hak Tanggungan, Notaris

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints