KARMAN, KARMAN (2020) REKONSTRUKSI BUDAYA HUKUM MASYARAKAT DALAM PEMULIHAN PASCA KONFLIK ETNIS MADURA DAN MELAYU DI KABUPATEN SAMBAS YANG BERBASIS NISLAI KEADILAN. Doctoral thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

| Download (536kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

| Download (65kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

| Download (160kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

| Download (696kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of PUBLIKASI.pdf] Text
PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (655kB)
[thumbnail of RINGKASAN DISERTASI.pdf] Text
RINGKASAN DISERTASI.pdf

| Download (544kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

| Download (865kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (712kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (657kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (372kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (387kB)
[thumbnail of BAB VI.pdf] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (161kB)

Abstract

Harapan kuat mewujudkan Sambas yang berkeadilan, maju dan sejahtera, adalah cita-cita yang telah tertanam lama sejak masa Kesultanan Sambas, hingga sekarang ini dalam bentuk Pemerintahan Kabupaten Sambas. Upaya mewujudkan harapan itu, tidak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan yang terbilang sangat menguji adalah terciptanya interaksi kelam antar etnis tahun 1999 lalu, yaitu melibatkan etnis Melayu Sambas sebagai masyarakat lokal dengan etnis Madura sebagai masyarakat pendatang. Rekonstruksi budaya hukum diperlukan dalam rangka memulihkan kehidupan etnis Madura dan masyarakat Melayu Sambas untuk dapat hidup berdampingan kembali secara ‗damai‘ dalam wilayah Kabupaten Sambas.
Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis budaya hukum masyarakat Madura dan Melayu Sambas dalam memahami simbol-simbol yang dimiliki masing-masing etnis; (2) Untuk menganalisis faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadi konflik antar etnis dan bagaimana pemulihannya; (3) Untuk menganalisis konstruksi baru budaya hukum masyarakat yang dikembangkan etnis Madura dan etnis Melayu Sambas dalam pemulihan konflik yang berbasis nilai keadilan.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan socio legal research. Jenis data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi dan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumen. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif maupun kualitatif. Analisis kuantitatif diarahkan pada pemaparan gejala secara deskriptif, sedangkan analisis kualitatif dilakukan secara induktif-deduktif. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini adalah sikap etnosentris dan ekslusif etnis Madura, menjadikan tatanan interaksi sosial dengan etnis Melayu Sambas secara destruktif, berupa konflik sosial yang berakhir dengan terusirnya etnis Madura dari Kabupaten Sambas. Konflik sosial terjadi adalah bukti kegagalan pemerintah dalam proses pembauran antar suku dan supremasi hukum. Banyak faktor yang menjadi penyebab sehingga konflik antar etnis antara etnis Madura dengan Melayu Sambas terjadi. Selain faktor perbedaan asal usul, nilai-nilai budaya sebagai dasar perbedaannya, juga dikarenakan karakter dan etnosentris dan ekslusivismenya etnis Madura sebagai pemicu konflik, serta lemahnya supremasi hukum sebagai faktor yang semakin memperlebar jarak kehidupan diantara kedua etnis. Atas persoalan itu maka sebagai rekonstruksi baru budaya hukum, bahwa etnis Madura perlu melakukan reposisi nilai budaya dalam rangka adaptasi/penyesuaian diri, sehingga dapat diterima kembali di Kabupaten Sambas, karena mampu beradaptasi secara sosial dan menyesuaikan diri—well adjusted, dalam bentuk Pendidikan multikulturalisme untuk Pendidikan dasar dan menengah, pondok pesantren, dan perkawinan antara orang Madura, Dayak, Sambas.
Kata Kunci: Budaya Hukum; Konflik Etnis; Madura dan Madura; Melayu Sambas; Rekonstruksi

Dosen Pembimbing: Gunarto, Gunarto | nidn0605036205
Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Program Doktor Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 5 UNISSULA
Date Deposited: 08 Apr 2021 03:06
Last Modified: 08 Apr 2021 03:06
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/18710

Actions (login required)

View Item View Item