Pengaruh Literasi Digital Dan Pemahaman Agama Terhadap Perilaku Siswa Madrasah Aliyah Dalam Menyebarkan Pesan Melalui Media Sosial (Studi Komparatif Kuantitatif Siswa Siswi MAN 1 Semarang dan MA Al Asror Semarang)
Berkas Tugas Akhir
Publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Saat ini penyebaran informasi bisa dilakukan oleh siapa saja pengguna internet. Tidak adanya pemahaman yang benar dalam menyaring dapat menjadi penyebab tumbuh pesatnya berita hoax seperti sekarang ini. Dalam Alquran kata hoax dikenal dengan al-ifk yang berarti kebohongan besar seperti pemutarbalikan fakta. Bagi pendidikan tinggi, gejala ini dapat diantisipasi karena mahasiswa bisa membedakan mana yang benar dan salah. Sayangnya, anak-anak madrasah aliyah sangat lemah tingkat literasinya sehingga mudah terkena dampak hoax tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh literasi digital dan pemahaman agama terhadap perilaku siswa madrasah aliyah dalam menyebarkan pesan melalui media sosial.
Penelitian ini penulis menggunakan paradigma positivisme. Jenis penelitian ini adalah komparatif kuantitatif dengan menggunakan teknik random sampling dan rumus slovin dalam penentuan sampelnya. Sedangkan untuk populasinya peneliti menentukan MAN 1 Semarang dan MA Al Asror Semarang sebagai obyek penelitian. Adapun teknik pengumpulan data dari penelitian ini yaitu kuesioner dengan menggunakan skala likert.
Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh positif antara variabel Literasi Digital terhadap Perilaku, baik di MAN 1 Semarang maupun MA Al Asror. Terdapat pengaruh positif antara variabel Pemahaman Agama terhadap Perilaku di MAN 1 Semarang. Sementara dari MA Al Asror dapat dikatakan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pemahaman agama dengan perilaku siswa. Berdasarkan hasil analisis korelasi ganda, MAN 1 Semarang memiliki nilai signifikansi F chage 0,0000,05, maka variabel literasi digital dan pemahaman agama secara simultan berhubungan dengan perilaku. Sementara dari MA Al Asror memiliki nilai signifikansi F chage sebesar 0,0060,05, maka variabel literasi digital dan pemahaman agama secara simultan berhubungan dengan perilaku. Penelitian ini hanya menjangkau Kota Semarang dan tidak mencakup seluruh Indonesia, sedangkan pemahaman Agama sendiri, peneliti hanya berdasarkan Q.S An Nur sebagai titik acuan dalam pembuatan penelitian.
Kata Kunci: Literasi Digital, Pemahaman Agama, Perilaku
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
