Narotama, Indra (2019) Pelaksanaan Penyidikan Terhadap Perkara Anak Yang Mengedarkan Sediaan Farmasi Yang Tidak Memiliki Ijin Edar Di Wilayah Hukum Polres Kudus. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

| Download (759kB)
[thumbnail of Daftarisi.pdf] Text
Daftarisi.pdf

| Download (67kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

| Download (13kB)
[thumbnail of publikasi.pdf] Text
publikasi.pdf

| Download (210kB)
[thumbnail of babI.pdf] Text
babI.pdf

| Download (295kB)
[thumbnail of babII.pdf] Text
babII.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (249kB)
[thumbnail of babIII.pdf] Text
babIII.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (135kB)
[thumbnail of babIV.pdf] Text
babIV.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (8kB)
[thumbnail of daftar_pustaka.pdf] Text
daftar_pustaka.pdf

| Download (112kB)

Abstract

Rumusan masalah peneilitian ini adalah untuk mengetahui dasar hukum penyidikan perkara anak yang mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar, pelaksanaan penyidikan terhadap perkara anak yang mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar di wilayah Polres Kudus, hambatan dan solusi dalam pelaksanaan penyidikan terhadap perkara anak yang mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar di wilayah Polres Kudus.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris. Spesifikasi penelitian yang penulis gunakan yakni deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada pihak-pihak yang terkait dalam penelitian, observasi langsung dan pencatatan dokumen.
Hasil penelitian adalah dasar hukum penyidikan perkara pengedaran dan penyalahgunaan sediaan farmasi tanpa izin edar adalah Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang mana ketentuan pemidanaan tindak pidana pengedaran dan penyalahgunaan sediaan farmasi tanpa izin edar diatur dalam Pasal 197, hal tersebut merujuk dalam ketentuan Pasal 106 ayat (1) yang berupa sediaan farmasi dan alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapat izin edar. Pelaksanaan proses penyidikan terhadap perkara anak yang mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar di wilayah Polres Kudus telah dilakukan berdasarkan hukum acara di Indonesia yaitu KUHAP, hal tersebut dibuktikan dengan telah dilaksanakannya prosedur-prosedur tindakan Penyidik dalam proses penyidikannya. Proses penyidikannya juga berdasarkan ketentuan dalam ketentuan Pasal 189 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak serta ketentuan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Hambatan yang dihadapi oleh Penyidik Polres Kudus dalam melaksanakan penyidikan terhadap perkara anak yang mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar di wilayah hukum Polres Kudus adalah keterbatasan baik kuantitas maupun kualitas SDM aparat penegak hukum yang memahami perkara anak, terbatasnya biaya operasional, rendahnya kesadaran saksi dalam menghadiri proses pemeriksaan, kurangnya kesadaran hukum dari masyarakat dan waktu yang ditentukan dalam penyidikan perkara anak sangat sedikit, sedangkan pemberkasan harus diserahkan secepatnya.
Kata Kunci : Penyidikan, Anak, Farmasi Tidak Memiliki Izin Edar

Dosen Pembimbing: Hanim, Lathifah and Djauhari, Djauhari | nidn0621027401, UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 22 Jan 2020 07:28
Last Modified: 22 Jan 2020 07:28
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/15256

Actions (login required)

View Item View Item