QOYYUM, AHMAD (2019) ANALISIS KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA MOTOR INDUKSI DI KANTOR INDUK PDAM TIRTA BENING PATI. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

| Download (475kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

| Download (166kB)
[thumbnail of Publikasi.pdf] Text
Publikasi.pdf

| Download (167kB)
[thumbnail of Daftar Isi.pdf] Text
Daftar Isi.pdf

| Download (497kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

| Download (158kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf

| Download (11MB)
[thumbnail of Bab I.pdf] Text
Bab I.pdf

| Download (282kB)
[thumbnail of Bab II.pdf] Text
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (711kB)
[thumbnail of Bab III.pdf] Text
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (334kB)
[thumbnail of Bab IV.pdf] Text
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (605kB)
[thumbnail of Bab V.pdf] Text
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (85kB)

Abstract

PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) merupakan salah satu unit usaha milik daerah, yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum. Produk keluaran dari perusahaan PDAM adalah jasa penyediaan air bersih. Energi listrik merupakan hal yang harus terpenuhi bagi PDAM karena proses pengolahan air baku agar menjadi air bersih diperlukan motor induksi sebagai penggerak pompa yang difungsikan untuk pendistribusian air. Kebutuhan energi listrik pada PDAM sekitar 50%-80% digunakan untuk mengoperasikan motor induksi penggerak pompa dan selebihnya digunakan untuk perkantoran dan penerangan. Motor induksi pompa yang digunakan pada kantor induk PDAM Tirta Bening Pati berjumlah 17 motor induksi pompa, namun pada penelitian ini yang dilakukan analisa adalah pada motor yang besar dengan daya 55KW keatas. Motor induksi yang dilakukan pengukuran berjumlah 8 karena kedelapan motor tersebut merupakan motor induksi yang paling besar perannya dalam pemrosesaran air bersih, motor tersebut adalah motor induksi PS 1, PS 2, PS 4, PS 5, C 1, C 2, C3, dan Turbin. Metode yang digunakan adalah dengan metode historis, metode perbandingan, metode diskusi, dan metode walk through survey. Hasil dari pengukuran dan perhitungan yang dilakukan adalah terlihat bahwa 7 motor dalam keadaan overload, pada motor induksi PS 1 sebesar 102,1%, pada motor induksi PS 2 sebesar 112,86%, pada motor induksi PS 4 sebesar 116,6%, pada motor induksi C 1 sebesar 112,18%, pada motor induksi C 2 sebesar 112,3%, pada motor induksi C 3 sebesar 124,6%, dan pada motor induksi turbin sebesar 119,81%. Sedangkan hanya satu motor induksi yang tidak overload atau normal yaitu pada motor induksi PS 5 dengan load sebesar 89,52%. Penyebab motor induksi bisa menjadi overload adalah karena perkembangan dari beban yang terus membesar, sedangkan performa motor induksi lama kelamaan akan turun, sehingga ketika beban membesar maka motor induksi akan terus berusaha mencukupi daya yang dibutuhkan oleh beban dan akhirnya motor akan bekerja hingga melebihi kapasitasnya. Jika hal ini dibiarkan terus maka motor induksi bisa terbakar. Untuk yang masih normal atau load nya dibawah 100% maka bisa cek secara berkala.

Kata Kunci : Energi Listrik, Motor induksi, Load Motor Induksi

Dosen Pembimbing: Nugroho, Agus Adhi and Sukoco, Budi | nidn0628086501, nidn0014016401
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Industri
Fakultas Teknologi Industri > Teknik Elektro
Depositing User: Pustakawan 5 UNISSULA
Date Deposited: 13 Jan 2020 07:33
Last Modified: 13 Jan 2020 07:33
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/14733

Actions (login required)

View Item View Item