DWI AKROMUL HUDA, DHESTA (2018) Penerapan Sistem Drip Irrigation Pada Tanah Tandus Di Daerah Gajah Kabupaten Demak. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

| Download (1MB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

| Download (88kB)
[thumbnail of Publikasi.pdf] Text
Publikasi.pdf

| Download (602kB)
[thumbnail of Daftar Isi.pdf] Text
Daftar Isi.pdf

| Download (174kB)
[thumbnail of Bab I.pdf] Text
Bab I.pdf

| Download (377kB)
[thumbnail of Bab II.pdf] Text
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (276kB)
[thumbnail of Bab III.pdf] Text
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (1MB)
[thumbnail of Bab IV.pdf] Text
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (1MB)
[thumbnail of Bab V.pdf] Text
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (92kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

| Download (8kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf

| Download (125kB)

Abstract

Luas areal lahan pertanian di Indonesia menurut BPS tahun 2014 adalah sekitar 47,58 juta ha dengan kondisi kepemilikan lahan relatif kecil (Pusat Data dan Sistem Informasi, 2014). . Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketersediaan air irigasi yang terbatas di lahan kering adalah menggunakan teknologi irigasi yang hemat air. drip irrigation atau Irigasi tetes merupakan cara pemberian air dengan jalan meneteskan air melalui pipa-pipa secara etempat di sekitar tanaman atau sepanjang larikan tanaman. Disini hanya sebagian dari daerah perakaran yang terbasahi, tetapi seluruh air yang ditambahkan dapat diserap cepat pada keadaan kelembaban tanah yang rendah. Jadi keuntungan cara ini adalah penggunaan air irigasi yang sangat efisien.
Pada kajian ini dianalisis peremodelan mengenai drip irrigation dengan menggunakan pipa 1 inch untuk dianalisa jaringan perpipaan ditiap emitter dengan jarak tiap emitter sepanjang 70 cm dihubungkan ke pipa lateral dan dibandingkan dengan traditonal irrigation melalui analisis perhitungan manual dengan rumus debit dan volume serta aplikasi EPANET.
Hasil simulasi matematis dengan EPANET menunjukan bahwa penggunaan drip irrigation lebih efisien dan hemat penggunaan air dibandingkan dengan traditional irrigation dengan mendapatkan debit per emitter sebesar 0.0006489 ft2/detik sehingga didapat tanah yang dapat terbasahi sebanyak 87,11% membuat penggunaan air sangat efisien

Kata kunci : irigasi tetes, drip irrigation, irigasi pada tanah tandus, EPANET

Dosen Pembimbing: Faiqun Niam, Moh and Syah Putra, Benny | nidn0612106701, nidn0607027203
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik
Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 08 Jan 2020 07:03
Last Modified: 08 Jan 2020 07:03
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/14478

Actions (login required)

View Item View Item